Sampah Liar Masih Jadi PR Pemkot Jogja
Sampah liar masih menjadi PR untuk Pemerintah Kota Jogja. Kesadaran Masyarakat terhadap lingkungan juga perlu ditingkatkan.
Sampah liar masih menjadi PR untuk Pemerintah Kota Jogja. Kesadaran Masyarakat terhadap lingkungan juga perlu ditingkatkan.
Pengelolaan tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) Piyungan rencananya akan diserahkan ke pihak ketiga dengan memanfaatkan inovasi teknologi. Meski demikian, keberadaan investor masih sebatas melihat lokasi dan belum ada yang serius untuk mengelola sampah yang ada.
Pemerintah Kota Surabaya semakin tegas soal aturan mengenai kebersihan lingkungan.
Penumpukan sampah di Kota Jogja disinyalir akibat banyaknya pembuang sampah dari luar Jogja. Mereka diduga membuang sampah di wilayah Jogja pada malam hari.
Daerah hilir Selokan Mataram tepatnya di Kecamatan Kalasan banyak ditemui sampah. Tumpukan sampah tersebut mandek lantaran debit air berkurang selama musim kemarau. Dari pantauan Harian Jogja di lokasi, air selokan semakin surut memasuki kawasan Desa Purwomartani. Kondisi itu membuat sampah tidak terbawa sampai ke titik akhir selokan.
Pemerintah Kabupaten Bantul masih mengandalkan pembuangan sampah ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan. Sampai saat ini belum ada wacana untuk pengadaan tempat pembuangan akhir sampah (TPAS) di Bantul.
Bank sampah di RT 44, RW 13, Kelurahan Suryodiningratan, Kecamatan Mantrijeron, adalah contoh keberhasilan pengelolaan sampah di Kota Jogja. Bank sampah ini terus berkembang saat kualitas pengolahan sampah di Kota Jogja merosot.
Pemilahan sampah adalah kunci penyelesaian masalah di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan. Tanpa pemilahan di tingkat rumah tangga dan industri, teknologi pengolah sampah akan jadi sia-sia.
Di tangan penghuni Rukun Warga (RW) 26 Perumahan Gumuk Indah, Sidoarum, Godean, Sleman, sampah bukan kotoran, melainkan bahan baku untuk mendatangkan rupiah.
Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan sudah kelebihan beban sejak 2012 lalu. Sampah-sampah terus ditumpuk dan diratakan. Pengelola mencari cara agar tempat ini bisa dipakai.