Ini Penyebab Pemerintah di DIY Kewalahan Kelola Sampah
Pemda DIY sudah kewalahan mengelola timbunan sampah yang makin hari makin banyak. Upaya mengolah sampah sebelum membuangnya di Piyungan pun belum berhasil.
Pemda DIY sudah kewalahan mengelola timbunan sampah yang makin hari makin banyak. Upaya mengolah sampah sebelum membuangnya di Piyungan pun belum berhasil.
Pemerintah Kabupaten Bantul pesimistis melihat penanganan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan. Alasannya, Pemda DIY malah menawarkan kabupaten kota untuk membuat tempat pembuangan sampah sementara selama proses perbaikan.
Pemerintah Daerah (Pemda) DIY dan pemerintah kabupaten serta kota dinilai tidak konsisten dalam menjalankan regulasi terkait penanganan sampah. Pemilahan sampah, mulai dari tingkatan terendah, sudah harus dijalankan dengan tertib. Pengolahan sampah bisa dilakukan di sumber-sumber sampah seperti pasar.
Pengiriman sampah dari Sleman ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan tersendat sejak seminggu lalu. Dari Selasa (14/8/2018), truk pengangkut sampah tak bisa mengirim sampah sama sekali. Truk baru bisa mengirim pada Kamis (16/8/2018).
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul menilai Pemda DIY tidak serius mengelola Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan. TPST tersebut kerap menimbulkan persoalan karena sudah melebihi kapasitas daya tampung.
Kondisi Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan, Bantul kini tengah dalam kondisi memprihatinkan. Akibatnya berton-berton sampah dari tiga daerah tak bisa dibuang ke TPST saat ini.
Pemerintah Kabupaten Bantul akan menyurati Gubernur DIY terkait persoalan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan yang hingga kini belum ada penyelesaian. Selama dua hari ini TPST Piyungan berhenti beroperasi, akibatnya sampah menumpuk di kabupaten.
nPemkab Sleman berencana membangun Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) di Dusun Sembir, Desa Madurejo, Kecamatan Prambanan. Namun sebelum terealisasi, warga di sekitar lokasi menolak rencana itu karena khawatir aktivitasnya mengganggu warga.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul menargetkan seluruh desa di akhir tahun nanti sudah memiliki tempat pengelolaan sampah mandiri. Gerakan ini dilakukan untuk mendukung program Bantul Bersih Sampah 2019.
Rata-rata volume sampah yang dihasilkan Kota Jogja dan dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan selama Juni tercatat 257 ton per hari. Dari jumlah tersebut 20% berupa sampah plastik.