Masalah Sampah Jadi Ancaman Saat Libur Lebaran
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul Agus Priyanto mengatakan saat puncak liburan, seperti libur jelang Lebaran nanti, petugas kebersihan biasanya akan bekerja ekstra.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul Agus Priyanto mengatakan saat puncak liburan, seperti libur jelang Lebaran nanti, petugas kebersihan biasanya akan bekerja ekstra.
Persoalan sampah menjadi masalah serius yang harus diselesaikan Pemerintah Kabupaten Bantul. Pasalnya volume sampah terus bertambah setiap harinya hingga mencapai ratusan ton.
Air merupakan kebutuhan vital bagi kelangsungan makhluk hidup. Hasil riset State University of New York, AS, menyatakan sebagian besar merek air minum dalam kemasan mengandung mikroplastik.
Untuk mengola sampah di TPST Piyungan jadi sumber energi diakuinya memerlukan investasi besar. Karena itu skema yang mungkin dilakukan adalah KPBU.
Permasalah sampah di Bantul bukan hanya menyangkut masalah tempat pengolahan sampah terpadu (TPST). Namun, Dinas Lingkungan Hidup Bantul juga mengeluhkan kurangnya jumlah petugas kebersihan yang dimiliki.
Sleman terus menggelar operasi sampah liar. Pada 2017, telah dilakukan 35 kali razia dan banyak warga yang terjaring karena membuang sampah sembarangan. Operasi sampah liar dilakukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelayanan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Sleman (DLH) Sleman, Satpol PP Sleman, dan Polres Sleman.
Mengatasi permasalahan di tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) Piyungan Pemkab Bantul dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) berencana membuat TPST khusus.
Keberadaan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Reduce Reuse Recycle (3R) di Sleman dinilai membawa dampak positif.
Sampai saat ini, dari semua desa di Sleman, sudah ada 18 Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Reduce Reuse Recycle (3R). Tahun ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman menargetkan ada penambahan jumlah TPS 3R.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kulonprogo mencanangkan pembuatan Bank Sampah Induk sebagai pusat pemilahan dan pengolahan sampah di Kulonprogo. Upaya ini dilakukan mengingat sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Banyuroto kondisinya belum terpisah.