Pemkot Perlu Waktu Realisasi Proyek Pengolahan Sampah Jadi Energi di Jogja
Pemkot Jogja Mengaku Masih Perlu Waktu untuk Realisasi Proyek Pengolahan Sampah Jadi Energi
Pemkot Jogja Mengaku Masih Perlu Waktu untuk Realisasi Proyek Pengolahan Sampah Jadi Energi
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul mendorong gerakan pengelolaan sampah organik berbasis rumah tangga melalui pemanfaatan lubang biopori.
Ketua Tim Ekspedisi Hijau, Bowo Purna Yudha, cekatan memungut sampah ke dalam kantung sampah plastik/ trashbag. Ia sepakat untuk membawa sampah anorganik saja.
Pembangunan hanggar tambahan Intermediate Treatment Facility (ITF) Pasar Niten sudah memasuki tahap akhir.
Pemkot Jogja semakin serius mengawal gerakan Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas Jos).
Masalah tempat pengolahan sampah ilegal masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul.
Sampah di depo sampah Kota Jogja kembali menumpuk, Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja akan meminta tambahan kapasitas sampah yang dapat dibuang ke TPST Piyungan.
Bank Sampah bukan lagi berfungsi sebagai pengepul barang yang sekedar menjual sampah anorganik, seperti yang selama ini terkelola secara sukarela.
TPST Piyungan tidak akan menerima sampah dari Kota Jogja mulai 1 Januari 2026. Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo pun menyiapkan beberapa rencana.
Warga Kelurahan Keparakan, Kemantren Mergangsan, kini aktif mengelola sampah melalui program Masyarakat Jogja Olah Sampah atau Mas Jos.