Hari Disabilitas, Puluhan Difabel Akan Menyelam Bersama
Puluhan penyandang disabilitas di Jogja akan menyelam bersama dalam acara Diveable. Acara ini akan digelar di KJ Hotel pada Sabtu (1/12/2018).
Puluhan penyandang disabilitas di Jogja akan menyelam bersama dalam acara Diveable. Acara ini akan digelar di KJ Hotel pada Sabtu (1/12/2018).
Peringati hari disabilitas Internasional, penyandang disabilitas di Gunungkidul mengharapkan perhatian pada sektor pengembangan usaha ekonomi, agar para difabel semakin mandiri.
Berdasarkan catatan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY, ribuan anak penyandang disabilitas itu tersebar di seluruh kabupaten/kota se-DIY.
Harianjogja.com, JOGJA—Memeringati Hari Bangunan Nasional yang jatuh pada 11 November 2018, Harian Jogja mengulas tentang pentingnya aksesibilitas bagi semua orang termasuk disabilitas.
Kader inklusi di Indonesia mendorong pemerintah mau melibatkan kaum berkebutuhan khusus dalam pengambilan kebijakan serta mengalokasikan anggaran untuk kebutuhannya. Jika semakin termarjinalkan, angka kemiskinan dan kesenjangan bisa semakin tinggi.
Anggota penyandang disabilitas diminta untuk tetap menggunakan hak suaranya di Pemilu 2019. Hal ini disampaikan oleh Faried B Siswantoro, narasumber lokakarya tematik Partisipasi Politik Difabel Dalam Pemilu 2019 yang merupakan kegiatan Temu Inklusi 2018 di Desa Plembutan, Playen.
Direktur Sasana Inklusi dan Gerakan Adovokasi Difabel (Sigab) Suharto memberikan apresiasi terhadap langkah pemerintah yang memberikan kuota khusus bagi difabel dalam rekrutmen CPNS 2018. Namun demikian, untuk persyaratan dirasa belum memihak sehingga formasi yang dibuka banyak yang kosong.
Sedikitnya 400 anggota difabel mengikuti kegiatan temu inklusi 2018 di Desa Plembutan, Playen yang dimulai sejak Senin (22/10/2018) hingga Kamis (25/10/2018) mendatang. Kegiatan yang digelar selain workshop dan bazar, para anggota juga berbaur dengan menginap di rumah-rumah warga.
Dialog tata kelola pembangunan kota dan kabupaten inklusif yang diselenggarakan, Selasa (23/10/2018) diharapkan dapat membentuk kota atau kabupaten inklusif baru, yang tidak hanya sebatas jargon.
Pemkot Jogja terus berkomitmen mewujudkan kota inklusi dan ramah bagi semua kalangan. Salah satunya dengan mendorong partisipasi kelompok rentan dalam proses pembangunan.