IPL Tak Kunjung Keluar, Bagaimana Nasib Tol Jogja-YIA?
Pemda DIY menegaskan hingga jelang pertengahan Januari 2022 ini belum menerima dokumen perencanaan Izin Penetapan Lokasi (IPL) pembangunan tol Jogja-YIA dari Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR.
Pemda DIY menegaskan hingga jelang pertengahan Januari 2022 ini belum menerima dokumen perencanaan Izin Penetapan Lokasi (IPL) pembangunan tol Jogja-YIA dari Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR.
Tol Jogja-Solo yang akan memangkas lama perjalanan dua daerah tersebut bikin kagum warga.
Proyek tol Jogja-Solo tak sampai menyentuh rumah warga bernama Sumanto di Dukuh Ngentak, Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah.
Nama Margokaton jadi buah perbincangan menyusul pembayaran uang ganti kerugian (UGK) untuk lahan Tol Jogja-Bawen di wilayah itu.
Pembangunan Tol Jogja-Solo digadang-gadang bakal mempersingkat waktu tempuh kedua kota. Solo-Jogja yang biasanya ditempuh 1,5 jam dapat diperpendek menjadi 20 menit mulai 2023 saat tol rampung dibangun.
Uang ganti rugi yang diberikan kepada warga Margokaton, Seyegan, Sleman, yang tergusur Tol Jogja-Bawen mencapai Rp95 miliar. Ada satu warga yang menerima ganti rugi hampir Rp10 miliar.
Pembayaran uang ganti kerugian (UGK) untuk lahan Tol Jogja-Bawen memunculkan miliarder-miliarder baru di Margokaton, Kapanewon Seyegan, Sleman. Puluhan warga Margokaton menerima uang ganti rugi hingga miliaran rupiah.
Muchtar Harjo Taruno, 74, pengusaha percetakan asal Kelurahan Gergunung, Kecamatan Klaten Utara, Klaten memperoleh uang ganti rugi (UGR) Tol Jogja-Solo senilai Rp7,5 miliar, Senin (10/1/2022). Dia baru enam tahun lalu membeli tanah yang tergusur tol dan akan membelanjakan uangnya untuk membeli tanah lagi.
Perkampungan satu RT di Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo, Klaten kini rata dengan tanah seiring dimulainya pembangunan Tol Jogja-Solo. Mayoritas warga yang sebelumnya tinggal di kampung itu pindah rumah ke luar desa.
Pembangunan Tol Jogja-Bawen terus menunjukkan perkembangan baru yang signifikan. Rencana groundbreaking (peletakan batu pertama) proyek tol yang akan menyambung dengan Tol Jogja-Solo tersebut tinggal menunggu finalisasi rancangan teknis akhir (RTA). Sembari menunggu RTA selesai, proses pembebasan lahan tol terus dilakukan.