Duh, Masih Ada Pedagang di Jogja yang Menjual Beras Oplosan, Disdag: Habisin Stok
Disdag Kota Jogja Menklaim Masih Ada Pedagang yang Jual Beras dengan Campuran Untuk Habiskan Stok
Disdag Kota Jogja Menklaim Masih Ada Pedagang yang Jual Beras dengan Campuran Untuk Habiskan Stok
Heboh beras oplosan yang dijual dengan harga premium di pasaran. Masyarakat disebut sulit membedakan produknya.
Menteri Pertanian telah mempublikasikan penetapan beberapa tersangka atas praktik distribusi beras oplosan, namun sanksinya tidak secara tegas dipublikasikan.
Sebanyak 205 kabupaten/kota di Indonesia mengalami kenaikan pekan ketiga Juli 2025, berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS).
uas lahan pertanian sawah berkelanjutan di Kota Jogja terbatas. Untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, Pemkot Jogja mengandalkan pasokan beras dari wilayah
Kejaksaan Agung (Kejagung) menyatakan siap menindaklanjuti arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk menindak tegas pengoplos beras.
Praktik curang sejumlah pengusaha yang mencampur beras biasa dan menjualnya dalam kemasan premium atau beras oplosan menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto
Perum Bulog Kanwil Yogyakarta mulai menyuplai beras untuk Koperasi Merah Putih. Hal tersebut dilakukan untuk memperluas distribusi beras kepada masyarakat.
Dinas Perdagangan Gunungkidul menemukan dua merk beras premium oplosan yang dijual di pasaran. Upaya pemantauan akan terus dilakukan untuk perlindungan konsumen
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY bersama Satgas Pangan DIY telah memonitor beras dan hasilnya sementara ini belum ditemukan beras oplosan.