Din Syamsuddin Dituduh Radikal, Ini Tanggapan Pemerintah
Pernyataan Mahfud ini muncul setelah ramai pro kontra soal tudingan bahwa Din Syamsudin adalah seorang radikal.
Pernyataan Mahfud ini muncul setelah ramai pro kontra soal tudingan bahwa Din Syamsudin adalah seorang radikal.
Dengan dalih radikalisme, ada kemungkinan spirit Islamofobia ditebar.
Ketua Majelis Ulama Indonesia atau MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim menyesalkan tindakan kelompok man apun yang mendiskreditkan/menyudutkan Prof Din Syamsudin sebagai bagian dari kelompok radikal.
Muhammadiyah menyebut pelaporan Din Syamsudin sebagai tokoh radikal merupakan langkah salah alamat. Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Abdul Mu’ti menyatakan Din Syamsudin mendorong moderasi beragama dan kerukunan antar umat beragama. Hal itu dilakukan baik di dalam maupun luar negeri.
Kemenpan-RB bersama dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) secara rutin menggelar sidang bagi ASN yang melanggar peraturan disiplin, terutama radikalisme dan terorisme.
Fanatisme berlebihan bisa merusak kemajemukan karena akan melahirkan sikap yang merasa paling benar dan semaunya sendiri. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Jazilul Fawaid.
Video yang mengubah lantunan azan dengan ucapan 'hayya alal jihad' viral di media sosial.
Belakangan ini viral video ajakan jihad melalui azan dengan mengubah lafaz panggilan salat menjadi “hayya alal jihad” yang berarti marilah kita jihad.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan agar karyawan perusahaan dibekali pengetahuan tentang gejala dan indikasi radikalisme untuk mencegah dan memutus mata rantai paham tersebut.
Virus paham radikalisme yang disebarkan oleh ISIS lebih berbahaya ketimbang virus Corona (Covid-19) yang saat ini sedang mewabah di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Hal tersebut disampaikan mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Irjen (Purn) Ansyaad Mbai.