Tak Diguyur Hujan Lebih dari 2 Bulan, Daerah-Daerah di DIY Ini Berstatus Awas Kekeringan
Berdasarkan hasil pemantauan curah hujan hingga Rabu (20/9/2023), potensi kekeringan meteorologis dengan status Siaga dan Awas terjadi di DIY.
Berdasarkan hasil pemantauan curah hujan hingga Rabu (20/9/2023), potensi kekeringan meteorologis dengan status Siaga dan Awas terjadi di DIY.
Musim kemarau tidak hanya berdampak terhadap berkurangnya stok air bersih yang dimiliki warga. Namun, juga berdampak terhadap debit air di aliran Kali Oya.
Penyaluran air bersih ke masyarakat hingga sekarang terus dilakukan. Namun demikian, anggaran di kapanewon mulai menipis karena dropping dilakukan sejak Juni.
Ada Beberapa Daerah Status Awas Potensi Kekeringan Meteorologis, DKPP Bantul Belum Terima Laporan Gagal Panen Karena Kekeringan
Sebanyak 21 kapanewon atau kecamatan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berstatus Awas kekeringan meteorologis.
Memasuki masa pacelikik, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY memperkirakan harga beras terus melonjak hingga awal tahun 2024.
33 kapanewon atau kecamatan yang berpotensi terdampak kekeringan dan kesulitan air bersih
BPBD Kabupaten Bantul Aka Luk Luk Firmansyah menyampaikan bahwa sebanyak 181 tangki berisi sekitar 905.000 liter air telah disalurkan kepada 1.913 keluarga.
Handoko mengatakan telaga yang masih berfungsi dan ada airnya pada musim kemarau seperti Jonge di Kalurahan Pacarejo dan Bembem di Kalurahan Giriasih.
Sedikitnya 1.319 kepala keluarga (KK) atau 7.774 jiwa tedampak bencana kekeringan yang tersebar di tujuh kapanewon dengan 12 kalurahan dan 16 dusun di Bantul