OPINI: Radikalisme dan Anomali Rezim
Menguatnya narasi radikalisme dan terorisme di Indonesia akhir-akhir ini lebih ditentukan oleh faktor domestik daripada gejolak maupun instabilitas global.
Menguatnya narasi radikalisme dan terorisme di Indonesia akhir-akhir ini lebih ditentukan oleh faktor domestik daripada gejolak maupun instabilitas global.
Ribuan gadis menjadi korban budak seks teroris ISIS dan hingga kini belum kembali.
Kepolisian Republik Indonesia (Polri) melakukan operasi besar-besaran terorisme di Indonesia sebagai buntut insiden kerusuhan di Rutan Cabang Salemba atau Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.
Menjelang Hari Raya Idulfitri, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian memerintahkan jajaran Densus 88 agar memantau kembali sel-sel jaringan teroris yang tidak terlalu aktif.
Sabtu (2/6) Detasemen Khusus 88 Antiteror menangkap tiga terduga teroris di lingkungan kampus Universitas Riau (UNRI). Mereka yang merupakan alumni perguruan tersebut ditangkap di gelanggang universitas tersebut.
Seorang Dosen Fakultas Teknik dan Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) KPH. Bagas Pujilaksono Widyakanigara mendesak Rektor beserta Wakil Rektor UGM untuk segera mundur dari jabatannya. Desakan itu disampaikan melalui pesan berantai di media sosial yang berisi ketidakpercayaan terhadap rektor berikut pembantunya dalam memberikan penindakan radikalisme di kampus tersebut.
Pengamanan di gedung DPR RI akan diperketat menyusul adanya jaringan teroris yang menyebut gedung tersebut menjadi salah satu sasaran teror.
Terduga teroris yang ditangkap di Universitas Riau memiliki hubungan "mesra" dengan Pak Ngah, pentolan Jamaah Ansharut Dhaulah (JAD) yang menyerang Mapolda Riau beberapa waktu lalu.
Densus 88 Antiteror belum lama ini menangkap sejumlah orang yang diduga merakit bom di lingkungan kampus untuk meledakkan gedung DPR. Polisi juga menggeledah dan menyita sejumlah barang di Universitas Riau.
Wakil Ketua DPR Fadli Zon tidak meyakini radikalisme telah masuk ke kampus-kampus negeri maupun swasta di Indonesia. Dia menduga ada upaya infiltrasi pihak-pihak luar kampus untuk merusak iklim akademik