Ribuan Warga Jogja yang Jadi Korban Dugaan Penipuan Investasi Ustaz Yusuf Mansur Dapat Informasi di Forum Pengajian
Korban kasus dugaan penipuan investasi ustaz kondang Yusuf Mansur di DIY diklaim mencapai ribuan orang.
Korban kasus dugaan penipuan investasi ustaz kondang Yusuf Mansur di DIY diklaim mencapai ribuan orang.
Kuasa hukum pelapor kasus dugaan penipuan investasi dai kondang Yusuf Mansur, Darso Arief, mengatakan Polda DIY sudah menemukan dua alat bukti terkait dugaan penipuan penanaman modal patungan usaha yang dipublikasikan melalui website www.patunganusaha.com dengan janji akan mendapatkan keuntungan.
Polisi meringkus sepasang suami istri pelaku tindak pidana penipuan dengan modus bisnis berlian abal-abal dengan nilai mencapai miliaran rupiah.
Diduga menipu masyarakat, salah satu pengembang perumahan di Bantul dipanggil oleh Lembaga Konsumen Yogyakarta (LKY) untuk dimintai keterangan.
Kasus dugaan penipuan dan penggelapan investasi vila di Batu senilai Rp200 juta yang menyeret politikus Gerindra, Ahmad Dhani Prasetyo dihentikan polisi.
Sebanyak 128 orang yang menjadi korban penipuan dengan modus penerimaan pegawai PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang dilakukan oleh oknum tak bertanggung jawab di Stasiun Gambir, Minggu (11/11/2018). Oleh karena itu, masyarakat diimbau waspada terhadap penipuan berkedok rekrutmen PT KAI.
Sebanyak 128 orang ditipu oleh oknum tak bertanggung jawab yang menjanjikan berangkat mengikuti pendidikan dan pelatihan calon pegawai PT KAI di DIY. Para korban telah menggelontorkan uang mencapai Rp20 juta. Mereka diamankan lantaran ketahuan menggunakan tiket palsu untuk keberangkatan KA Argo Lawu 11 November 2018 pukul 20.15 WIB.
Kepolisian Daerah Jawa Timur kembali memanggil musisi Ahmad Dhani Prasetyo guna diperiksa terkait kasus penipuan dan penggelapan investasi vila di Batu senilai Rp200 juta.
Seorang tenaga kerja wanita yang bekerja di Qatar, Marhamah, tertipu ratusan juta oleh laki-laki yang dikenalnya melalui media sosial facebook.
Pelaku penipuan dan penggelapan uang berkedok sopir Kapolri Jenderal polisi Tito karnavian, Rahmat, ternyata pernah beraksi di Jogja.