Antraks Gunungkidul, 77 Sapi dan 286 Kambing Sudah Divaksinasi
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Gunungkidul sudah melakukan vaksinasi antraks pada 77 ekor sapi dan 286 ekor kambing di Padukuhan Jati.
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Gunungkidul sudah melakukan vaksinasi antraks pada 77 ekor sapi dan 286 ekor kambing di Padukuhan Jati.
Buntut maraknya kasus antraks di Gunungkidul, Pemkab akan menggodok Peraturan Daerah (Perda) tentang ganti rugi hewan ternak milik warga yang mati.
DPKP DIY Klaim Tidak Ada Daging Sapi Yang Terkontaminasi Antraks Yang Tersebar
Dinkes Gunungkidul sudah melaporkan kondisi antraks di wilayahnya ke Bupati dimana syarat keadaan luar biasa (KLB) antraks sudah terpenuhi.
Satu orang warga Semanu tengah dirwat di RSUD Wonosari bergejala antraks, dimana ada bintik merah di kulitnya, serta tangannya membengkak.
Warga Jati, Kalurahan Candirejo, Kapanewon Semanu membantah penyebab meninggalnya warga di wilayahnya karena mengonusmi sapi yang mati dan sudah dikubur.
Kronologi kasus antraks di Gunungkidul yang menewaskan tiga orang warga Padukuhan Jati, Kalurahan Candirejo, Kapanewon Semanu meninggal.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian memperketat pasokan hewan ternak dari Kabupaten Gunungkidul. Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran antraks
Penyakit anthrax pada hewan ternak sapi di Gunungkidul kembali muncul, tercatat ada lima ekor sapi sudah terinfeksi bakteri yang dapat menular ke manusia.
Masih banyaknya sapi kurban yang ditemukan mengandung cacing hati harusnya menjadi catatan penting bagi para peternak.