Kasus PMK di Sleman Mulai Turun
Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Sleman mulai menurun. Per 25 Juli 2022 jumlah kasus mencapai 5.592. Namun jumlah penambahan kasus tidak signifi
Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Sleman mulai menurun. Per 25 Juli 2022 jumlah kasus mencapai 5.592. Namun jumlah penambahan kasus tidak signifi
Jumlah ternak di Sleman yang positif terserang penyakit mulut dan kuku (PMK) hingga Jumat (22/7/2022) mencapai 5.555 kasus.
Koordinator Tim Pakar Satgas Penanganan PMK Wiku Adisasmito mengatakan terdapat 22 provinsi dan ratusan kabupaten yang menjadi wilayah penularan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak di Indonesia.
Sebanyak 128 ekor ternak di Sleman mati akibat penyakit mulut dan kuku (PMK).
Animal Friends Jogja (AFJ) mendorong kebijakan agar model kandang baterai yang digunakan dalam industri peternakan tidak lagi digunakan. Pasalnya, kandang baterai tak sesuai dengan konsep kesejahteraan hewan.
Meski ada wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) namun jumlah hewan kurban yang dipotong di Sleman justru meningkat. Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman Suparmono menyampaikan berdasarkan hasil rekap sampai 13 Juli 2022 jumlah hewan kurban yang dipotong mencapai 24.825.
Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Bantul terus bertambah.
Pemantauan Dinas Pertanian dan Pangan Kota (DPPK) Jogja menunjukkan adanya hewan kurban yang terindikasi pernah mengalami penyakit mulut dan kuku (PMK) dan cacing hati. Untuk PMK, DPPK Jogja tak bisa memastikannya karena perlu uji lab terlebih dulu. Dari indikasi tersebut, petugas pemantauan lapangan DPPK memberikan saran kepada warga.
Sebanyak 289 petugas akan turun memantau pemotongan hewan kurban di Sleman.
Kasus Penyakit Kuku Mulut (PMK) telah menyebar di sekitar 60 kecamatan di DIY. Meski demikian lalu lintas ternak tetap diperbolehkan dengan menggunakan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH).