Ternak Mati akibat PMK di Kulonprogo Terus Bertambah, Ini Datanya
Jumlah ternak mati akibat Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kulonprogo kembali bertambah. Satu ekor sapi kembali dinyatakan mati akibat PMK di Sentolo.
Jumlah ternak mati akibat Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kulonprogo kembali bertambah. Satu ekor sapi kembali dinyatakan mati akibat PMK di Sentolo.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyebut penyakit mulut dan kuku (PMK) masih dalam kondisi darurat tertentu, bukan darurat nasional.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan tak semua peternak yang terdampak wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) dapat ganti rugi Rp10 juta.
Pemerintah melalui BNPB telah menetapkan status keadaan darurat Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak di 22 provinsi di Indonesia.
WMPP melaporkan telah menjual 521,06 juta saham WMUU di pasar negosiasi dengan harga Rp142 pada Jumat (24/6/2022).
Sebanyak 15 kapanewon dari 17 kapanewon di Sleman masuk zona merah kasus penyakit mulut dan kuku (PMK).
Pemkab Gunungkidul mengusulkan anggaran sebesar Rp500 juta untuk penanganan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul mendata ratusan sapi yang menjadi prioritas mendapatkan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di tahap pertama.
Pelaksanaan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) bagi hewan ternak milik warga mulai dilaksanakan di Sleman, Sabtu (25/6/2022). Sebanyak 3.100 ekor sapi menjadi sasaran vaksinasi tersebut.
Untuk mencegah penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK), Pemkab Sleman mulai memberikan vaksinasi PMK.