8 Wilayah di Bantul Masuk Zona Merah PMK Ternak
Pemerintah Kabupaten Bantul menyatakan sebanyak delapan dari total 17 kecamatan di daerah ini dikategorikan zona merah kasus wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak.
Pemerintah Kabupaten Bantul menyatakan sebanyak delapan dari total 17 kecamatan di daerah ini dikategorikan zona merah kasus wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak.
Peternak hewan kurban di Jogja meraup untung menjelang Idhuladha. Faktor sulitnya mendapat hewan kurban di tengah wabah PMK jadi sebabnya. Keuntungan peternak diperoleh dari naiknya harga jual ternak.
Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) di Bantul terus merebak. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul mencatat 1.894 ternak yang terpapar PMK. Dari jumlah tersebut, enam ternak mati.
Perternak khususnya sapi yang mati akibat kena wabah penyakit mulut dan kuku bisa dapat Rp10 juta per ekor sapi. Ini syaratnya.
Pemerintah siapkan uang ganti rugi Rp10 juta per sapi bagi perternak UMKM yang teraknya dimusnahkan secara paksa akibat wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).
Penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) di Sleman berdampak pada penurunan produksi susu sapi. Meski tidak terlalu signifikan, penurunan produksi susu sapi ini tetap membutuhkan perhatian pemerintah.
Perkembangan kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) per hari ini, Kamis (23/6/2022) sudah menyebar ke 19 provinsi dan 213 kabupaten/kota.
Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak di Bantul terus meluas.
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul mencatat ada empat ekor sapi mati karena terinfeksi penyakit mulut dan kuku (PMK).
Pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk menekan peningkatan dan mencegah meluasnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang terjadi akhir-akhir ini. Penyakit pada hewan ternak tersebut disebabkan oleh virus yang dapat menular melalui airborne, sehingga penyebarannya bisa sangat cepat hingga radius 10 km. Kondisi ini tentunya mendapatkan perhatian secara khusus dari Pemerintah.