Catat! Pasar Hewan Siyono Dibuka Lagi
Dinas Perdagangan Gunungkidul kembali membuka aktivitas di Pasar Hewan Siyonoharjo di Kalurahan Logandeng, Playen mulai Minggu (12/6/2022).
Dinas Perdagangan Gunungkidul kembali membuka aktivitas di Pasar Hewan Siyonoharjo di Kalurahan Logandeng, Playen mulai Minggu (12/6/2022).
Sudah sempat meningkat untuk keperluan kurban pada awal Mei lalu, aktivitas jual-beli ternak di pasar hewan Ambarketawang, Kapanewon Gamping, kini menurun drastis. Dalam sehari, tak sampai 200 ekor sapi diperjualbelikan di pasar hewan terbesar di Sleman ini.
Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman mencatat sebanyak 908 hewan ternak terserang Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Dari jumlah tersebut 882 ekor suspek dan 26 ekor terkonfirmasi positif PMK.
Pemerintah bergerak cepat untuk menanggulangi virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang tengah menyerang hewan ternak di Indonesia saat ini. Percepatan penanganan ini dilakukan juga untuk menjamin ketersediaan hewan qurban bagi masyarakat dalam menghadapi Iduladha 1443 Hijriah yang jatuh pada awal Juli nanti.
Kapoksi Komisi IV DPR RI Slamet mengatakan bahwa data yang Kementerian Pertanian menyampaikan terkait dengan jumlah terkini kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) tidak valid.
Penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang ternak di Bantul terus merebak. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul mencatat 460 sapi dan domba suspek atau diduga terjangkit PMK hingga Selasa (7/6/2022).
Pemerintah Kota Jogja melalui Dinas Pertanian dan Pangan mengimbau masyarakatnya untuk membeli hewan kurban dari peternak di dalam dan sekitar DIY. Hal ini untuk mengantisipasi penularan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang berasal dari ternak luar DIY. Terlebih akhir-akhir ini PMK semakin meluas.
Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) berdampak cukup signifikan pada peternak di Sleman, khususnya menjelang hari raya Iduladha. Mulai dari dibatasinya suplai ternak, penjualan yang tidak optimal hingga harga daging hidup yang melambung.
Kasus suspek Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Gunungkidul terus meluas. Total hingga Minggu (5/6/2022) sudah ada 148 ekor yang terindikasi penyakit yang menyerang hewan berkuku belah ini.
Sempat mogok selama tiga hari tidak melakukan pemotongan sapi karena imbas dari merebaknya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi, kini jagal di Kalurahan Segoroyoso yang tergabung dalam Kelompok Pedagang Daging Sapi Desa Segoroyoso (KPDSDS), Kapanewon Pleret, Bantul sudah beroperasi kembali dan memasok daging sapi ke pasar-pasar di Bantul dan luar Bantul.