Rupiah Menguat Lebih Cepat, Ini Penyebabnya
Rupiah diperkirakan bakal menguat ke level Rp14.800 sampai dengan Rp14.540, lebih cepat dari yang diperkirakan Bank Indonesia.
Rupiah diperkirakan bakal menguat ke level Rp14.800 sampai dengan Rp14.540, lebih cepat dari yang diperkirakan Bank Indonesia.
Nilai tukar rupiah berhasil menguat dan mencetak kinerja harian terbaik di jajaran mata uang Asia.
Penguatan rupiah bersama rekan mata uang Asia lainnya dipicu sentimen The Federal Reserve yang akan menggelontorkan stimulus untuk menggenjot perekonomian.
Dampak wabah virus corona menyebabkan nilai rupiah melemah.
Nilai tukar rupiahterhadap dolar AS menyentuh level terendah sejak Oktober 2019 dan mengalami pelemahan terbesar sejak Maret 2019.
Rupiah diprediksi menjadi mata uang dengan kinerja terbaik di Asia tahun ini, mengungguli baht Thailand.
Rupiah menutup perdagangan Senin (30/12) menguat seiring dengan optimistis damai dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China masih membayangi pasar. Situasi ini memberikan angin segar pada 2020.
Pada akhir pekan ini, nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta diprediksi masih menguat di bawah Rp14.000 per dolar AS.
Rupiah masih terjerembab di zona merah pada perdagangan Rabu (20/11/2019) seiring dengan ketidakpastian perkembangan kesepakatan perdagangan AS dan China.
Rupiah berbalik melemah pada perdagangan Kamis (24/10/2019) seiring dengan memudarnya euforia pengumuman susunan kabinet Presiden Joko Widodo.