Hari Ini, Rupiah Berpotensi Kembali Melemah
Nilai tukar rupiah diperkirakan kembali terkoreksi meski ditutup menguat kemarin.
Nilai tukar rupiah diperkirakan kembali terkoreksi meski ditutup menguat kemarin.
Sempat diedarkan secara terbatas untuk memperingati 75 tahun kemerdekaan Indonesia, kini distribusi uang pecahan Rp75.000 kian diperluas.
Nilai tukar rupiah terpantau menguat 5 poin atau 0,04 persen ke level Rp14.065 per dolar AS pada pukul 09.44 WIB, setelah dibuka di posisi Rp14.070 per dolar AS.
Enam pecahan uang rupiah akan dinyatakan tidak laku pada 2021. Bank Indonesia (BI) mengimbau masyarakat yang memiliki salah satu atau ke enam pecahan rupiah dengan ciri-ciri berikut, untuk segera menukarkannya paling lambat sampai 28 Desember 2020.
Rupiah masih berpotensi mengalami pelemahan seiring dengan kenaikan kasus Covid-19 global termasuk Indonesia pada pekan depan.
Seiring perkembangan vaksin Covid-19 yang diperkirakan tersedia dalam waktu dekat, nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu (11/11/2020) pagi bergerak menguat.
Indonesia telah mengalami resesi, namun nilai tukar rupiah terus melanjutkan tren positifnya setelah dibuka menguat pada perdagangan Jumat (6/11/2020).
Bank Mandiri memperkirakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada pada kisaran Rp14.296 pada akhir 2020, terdepresiasi dari level penutupan tahun lalu Rp13.866.
Agustinus Rumere, bocah laki-laki berusia 10 tahun buah hati dari pasangan Fitriyani Seseray dan Niko Rumere merasa bangga karena wajahnya bisa tampil pada Uang Peringatan Kemerdekaan (UPK) ke-75 tahun.
Bank Indonesia telah memiliki tim khusus yang mengkaji dan menyiapkan redenominasi tersebut.