Update Erupsi Merapi: Kubah Lava Terus Tumbuh, Awan Panas & Guguran Lava Teramati
Gunung Merapi masih terus mengalami erupsi. Gunung tersebut Teramati memuntahkan satu awan panas pada Minggu (16/1/2022) malam, yang mengarah ke barat daya.
Gunung Merapi masih terus mengalami erupsi. Gunung tersebut Teramati memuntahkan satu awan panas pada Minggu (16/1/2022) malam, yang mengarah ke barat daya.
Satu awan panas kembali teramati meluncur dari puncak Gunung Merapi ke arah Kali Bebeng pada Rabu (12/1/2022) pagi. Sejumlah guguran lava pijar juga teramati meluncur ke arah barat daya akibat erupsi Gunung Merapi.
Setelah cukup lama tak terlihat, Gunung Merapi kembali memuntahkan awan panas pada Jumat (7/1/2022) siang. Dua awan panas ini tercatat meluncur ke arah barat daya. Selain awan panas, sejumlah guguran lava juga teramati.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebutkan volume kubah lava yang terus tumbuh di Gunung Merapi hingga kini masih dalam batas kewajaran.
Kondisi Gunung Merapi perbatasan DIY dan Jawa Tengah masih terus bergejolak hingga saat ini.
Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah hingga kini masih bergejolak. Merapi terpantau tiga kali meluncurkan awan panas guguran dengan jarak luncur paling jauh 2,5 kilometer ke arah barat daya pada Kamis (23/12/2021) sore.
Selain Gunung Semeru, PVMBG mencatat ada tiga gunung api lainnya di Indonesia yang kini berstatus Siaga atau Level 3.
Gubernur DIY Sri Sultan HB X kembali mengingatkan terkait keberadaan jalur evakuasi Gunung Merapi. Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini meminta agar Pemkab Sleman mempersiapkan dengan baik jalur evakuasi Gunung Merapi.
Gunung Merapi di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta meluncurkan awan panas guguran dengan jarak luncur sejauh 2.000 meter ke arah barat daya pada Minggu (12/12/2021).
Bencana alam letusan Semeru tak menjadikan sejumlah warga berempati.