Merapi Keluarkan Guguran Lava Pijar 9 Kali Sejauh 1,8 Kilometer
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebutkan Gunung Merapi mengeluarkan guguran lava pijar hingga sembilan kali pada Jumat (22/10/2021).
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebutkan Gunung Merapi mengeluarkan guguran lava pijar hingga sembilan kali pada Jumat (22/10/2021).
Aktivitas erupsi Gunung Merapi kembali terpantau meningkat pada Kamis (21/10/2021). Dalam 12 jam pengamatan, terjadi setidaknya 18 kali guguran lava. Jumlah guguran ini merupakan salah satu yang terbanyak dalam sepekan terakhir.
Erupsi Gunung Merpai masih terus terjadi meski dengan intensitas yang tidak setinggi beberapa waktu sebelumya. Dalam sepekan terakhir, tidak teramati kemunculan awan panas, namun masih terjadi sejumlah guguran lava.
Meski sudah lebih tenang dibandingkan beberapa bulan lalu, erupsi Gunung Merapi masih terus terjadi. Pada Sennin (4/10/2021), pada periode pengamatan pukul 00.00 WIB-12.00 WIB, teramati sejumlah guguran lava dan aktivitas kegempaan.
Gunung Merapi di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, kembali meluncurkan awan panas guguran dengan jarak luncur sejauh 2.300 meter ke arah barat daya, pada Rabu (1/9/2021) malam.
Satu luncuran awan panas teramati pada Sabtu (28/8/2021) pagi. Satu guguran lava pijar juga muncul pada periode pengamatan yang sama. Dalam sepekan terakhir, aktivitas Gunung Merapi terpantau lebih kecil dibandingkan dengan pekan sebelumnya.
Gunung Merapi mengeluarkan 18 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum 1.500 meter ke arah barat daya berdasarkan pengamatan pada Kamis mulai pukul 00.00 hingga 06.00 WIB.
Gunung Merapi terus menunjukkan aktivitas vulkanik tinggi. Selama sepekan terakhir, gunung yang ada di perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta itu 20 kali mengeluarkan awan panas guguran.
Gunung Merapi di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta meluncurkan awan panas guguran sejauh dua kilometer ke arah barat daya pada Jumat pukul 07.20 WIB.
Memasuki fase ekstrusi, aktivitas guguran dan awan panas Gunung Merapi teramati cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir. Pada Senin (16/8/2021), awan panas tercatat mencapai sejauh 3,5 km, terpanjang kedua setelah kemunculan rangkaian awan panas pada 27 Januari lalu.