Merapi Muntahkan Serangkaian Awan Panas
Aktivitas Gunung Merapi terpantau meningkat pada Rabu (30/6/2021), ditandai dengan kejadian guguran lava dan awan panas guguran dengan intensitas yang cukup tinggi.
Aktivitas Gunung Merapi terpantau meningkat pada Rabu (30/6/2021), ditandai dengan kejadian guguran lava dan awan panas guguran dengan intensitas yang cukup tinggi.
Aktivitas Gunung Merapi terpantau meningkat pada Jumat (25/6/2021). Sebanyak empat awan panas teramati, dengan tiga diantaranya mengarah ke tenggara, dengan jarak maksimal 3 km. hujan abu juga terpantau terjadi di sejumlah lokasi.
Sejumlah wilayah di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dilanda hujan abu akibat terjadinya guguran awan panas Gunung Merapi yang terjadi pada Jumat pukul 04.43 WIB, dengan jarak luncur berkisar tiga kilometer ke arah tenggara.
Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah mengeluarkan lima kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum 1.500 meter ke arah barat daya berdasarkan pengamatan pada Rabu mulai pukul 00.00 hingga 06.00 WIB.
Gunung Merapi meluncurkan awan panas 2 kilometer (km) ke arah barat daya pada Kamis (17/6/2021) pagi.
Gunung Merapi meluncurkan tiga awan panas guguran pada Rabu (9/6/2021).
Gunung Merapi hingga kini masih terus bergejolak dan meluncurkan berkali-kali awan panas.
Gunung Merapi Kamis (22/4/2021) meluncurkan guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum 1.600 meter ke arah barat daya sebanyak delapan kali sejak pukul 00.00 hingga 06.00 WIB.
Aktivitas Gunung Merapi mengalami peningkatan pada Selasa (20/4/2021). Dalam periode pengamatan pukul 00.00 WIB-12.00 WIB, terjadi setidaknya lima awan panas guguran dan 19 lava pijar yang semuanya mengarah ke Barat Daya.
Erupsi Gunung Merapi dengan sejumlah aktivitas guguran masih berlangsung. Dua kubah lava yang berada di sisi barat daya dan tengah kawah terus tumbuh, hingga saat ini keduanya bervolume lebih dari 1 juta meter kubik.