Kondisi Terkini Gunung Merapi: Lava Meluncur 19 Kali
Sampai saat ini, Gunung Merapi yang berada di perbatasan wilayah DIY dan Jawa Tengah masih terus bergejolak.
Sampai saat ini, Gunung Merapi yang berada di perbatasan wilayah DIY dan Jawa Tengah masih terus bergejolak.
Gunung Merapi kembali meluncurkan awan panas guguran pada kamis (4/3/2021) dini hari. Selain awan panas, pada periode pengamatan yang sama terjadi setidaknya 25 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 1 km.
Gunung Merapi memuntahkan dua awan panas pada Selasa (2/3/2021) pagi, dengan jarak luncur terjauh hampir 2 kilometer (km). Dalam beberapa hari terakhir, Gunung Merapi mengeluarkan awan panas dan lava pijar hampir setiap hari.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jogja menyebut lima kemantren (kecamatan) di Jogja yang rawan banjir lahar dari Gunung Merapi. Kelima kecamatan tersebut adalah Tegalrejo, Gondokusuman, Danurejan, Gondomanan, dan Mergangsan.
Meski aktivitas cenderung lebih kecil dibanding Januari lalu, Gunung Merapi sampai saat ini belum bisa dikatakan aman. Pasalnya, kubah lava masih terus tumbuh sehingga guguran awan panas masih bisa terjadi.
Vegetasi di kawasan Merapi butuh waktu tak sebentar untuk pulih setelah dilanda erupsi.
Gunung Merapi terpantau meluncurkan 13 kali guguran lava pada Minggu (31/1/2021) antara pukul 00.00 WIB-12.00 WIB. Guguran lava mengarah ke barat daya, yakni hulu sungai Krasak dan Boyong, dengan jarak luncur maksimal 500 meter.
Erupsi Merapi kali ini mengarah ke barat daya. Terakhir kali, erupsi Merapi dengan arah yang sama terjadi pada 1994 silam. Sebanyak 65 warga Turgo menjadi korban keganasan wedhus gembel. Masih ada sejumlah penyintas peristiwa 27 tahun silam itu, salah satunya, Sukirno, seorang penjaga bunker Tunggularum yang berada di Dusun Tunggularum, Desa Wonokerto, Turi, Sleman. Berikut laporan wartawan Harian Jogja, Hafit Yudi Suprobo.
Aktivitas guguran Gunung Merapi dalam sepekan terakhir tercatat intensif. Aktivitas paling tinggi terjadi pada Rabu (27/1/2021) lalu, sebanyak 52 kali awan panas dan empat kali guguran.
Hujan abu erupsi Merapi dilaporkan belum mengguyur wilayah Sleman meski awan panas berkali-kali meluncur pada Rabu (27/1/2021).