Ratusan Pengungsi Merapi di Magelang Pulang ke Rumah
Sebanyak 121 orang pengungsi Gunung Merapi di Desa Deyangan Kecamatan Mertoyudan Kabupaten Magelang pulang ke rumah mereka di Desa Krinjing Kecamatan Dukun, Jumat (22/1/2021).
Sebanyak 121 orang pengungsi Gunung Merapi di Desa Deyangan Kecamatan Mertoyudan Kabupaten Magelang pulang ke rumah mereka di Desa Krinjing Kecamatan Dukun, Jumat (22/1/2021).
Puluhan warga Turgo, Purwobinangun, Pakem, Sleman, memilih untuk tidur di SD Sanjaya Tritis pada Kamis (21/1/2021) malam. Warga yang memilih untuk tidur di Sekolah Dasar (SD) Sanjaya merupakan kelompok rentan yang trauma dan khawatir terhadap aktivitas Gunung Merapi, khususnya guguran lava pijar pada malam hari.
Gunung Merapi muntahkan 47 kali guguran lava pijar pada Rabu (20/1/2021) dini hari. Guguran lava pijar teramati memiliki jarak luncur sejauh maksimal satu kilometer ke arah barat daya. Selain lava pijar, terjadi pula tiga guguran awan panas.
Pemerintah Kabupaten Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta belum memperbolehkan para pengungsi lereng Merapi yang berada di barak pengungsian Glagaharjo, Cangkringan, pulang ke rumahnya masing meskipun saat ini Gunung Merapi sudah di fase erupsi efusi.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida didampingi Plt. Assek Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Sleman Joko Supriyanto memaparkan perkembangan terkini kondisi Gunung Merapi dalam jumpa pers yang dilaksanakan di Pendopo Parasamya, Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman pada Selasa, (19/1/2021).
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyatakan penurunan seismisitas Gunung Merapi dikarenakan magma yang berasal dari tubuh Merapi telah menuju ke permukaan.
Pengungsi yang berada di barak pengungsian Balai Desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, masih bertahan di barak. Keputusan itu dipilih demi menaati aturan pemerintah Kabupaten Sleman agar pengungsi tetap bertahan di barak pengungsian.
Gunung Merapi mengeluarkan guguran lava pijar sebanyak 12 kali pada Minggu (17/1/2021) periode pengamatan pukul 18.00 WIB hingga 24.00 WIB hingga Senin (18/1/2021) pukul 00.00 WIB sampai 06.00. Selain itu terjadi awan panas guguran dengan jarak luncur 1 kilometer.
Gunung Merapi memuntahkan 20 guguran lava pijar pada Sabtu (16/1/2021) periode 18:00-24:00 WIB. Guguran ini memiliki jarak luncur maksimal 1000 meter ke arah Barat Daya.
Gunung Merapi kembali meluncurkan guguran awan panas pada Sabtu (16/1/2021) pukul 04.00 WIB. Awan panas ini memiliki jarak luncur 1,5 kilometer (km), yang terjauh sejak Gunung Merapi erupsi mulai 4 Januari lalu.