Dilanda Erupsi, Hutan Merapi Butuh 25 Tahun untuk Pulih
Vegetasi di kawasan Merapi butuh waktu tak sebentar untuk pulih setelah dilanda erupsi.
Vegetasi di kawasan Merapi butuh waktu tak sebentar untuk pulih setelah dilanda erupsi.
Gunung Merapi terpantau meluncurkan 13 kali guguran lava pada Minggu (31/1/2021) antara pukul 00.00 WIB-12.00 WIB. Guguran lava mengarah ke barat daya, yakni hulu sungai Krasak dan Boyong, dengan jarak luncur maksimal 500 meter.
Erupsi Merapi kali ini mengarah ke barat daya. Terakhir kali, erupsi Merapi dengan arah yang sama terjadi pada 1994 silam. Sebanyak 65 warga Turgo menjadi korban keganasan wedhus gembel. Masih ada sejumlah penyintas peristiwa 27 tahun silam itu, salah satunya, Sukirno, seorang penjaga bunker Tunggularum yang berada di Dusun Tunggularum, Desa Wonokerto, Turi, Sleman. Berikut laporan wartawan Harian Jogja, Hafit Yudi Suprobo.
Aktivitas guguran Gunung Merapi dalam sepekan terakhir tercatat intensif. Aktivitas paling tinggi terjadi pada Rabu (27/1/2021) lalu, sebanyak 52 kali awan panas dan empat kali guguran.
Hujan abu erupsi Merapi dilaporkan belum mengguyur wilayah Sleman meski awan panas berkali-kali meluncur pada Rabu (27/1/2021).
Aktivitas guguran Gunung Merapi semakin meningkat. Tercatat sebanyak 22 kali Gunung Merapi mengeluarkan awan panas pada Rabu (27/1/2021), antara pukul 06.00 WIB-12.00 WIB, dengan jarak luncur maksimal 1,6 km.
Gunung Merapi mengeluarkan awan panas guguran satu kali dengan jarak luncur maksimum sejauh 1.000 meter ke hulu Kali Krasak dan Boyong, Selasa (26/1/2021) pagi.
BPPTKG menyatakan pada saat ini aktivitas Merapi masih cukup tinggi berupa erupsi efusif, potensi bahaya berubah ke arah Selatan-Barat Daya yaitu ke hulu Kali Boyong, Kali Bedog, Kali Krasak, Kali Bebeng dan Kali Putih paling jauh lima kilometer.
Gunung Merapi luncurkan 29 kali guguran lava pijar pada Senin (25/1/2021) dini hari. Dengan jarak luncur maksimal 800 meter, guguran lava pijar ini mengarah ke barat daya. Guguran ini teramati muncul antara pukul 00.00 WIB-06.00 WIB.
Pemerintah Kabupaten Sleman memutuskan untuk memulangkan pengungsi yang berada di barak pengungsian balai desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman. Pemulangan pengungsi dilakukan pada Selasa (26/1/2021) selang satu hari setelah selesainya masa Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM) di kabupaten Sleman pada tanggal 25 Januari 2021.