Pagi Ini, Merapi Luncurkan Awan Panas Sampai 1.000 Meter
Gunung Merapi kembali mengeluarkan dua kali awan panas guguran ke arah hulu Kali Gendol, Jumat (29/3/2019) pagi.
Gunung Merapi kembali mengeluarkan dua kali awan panas guguran ke arah hulu Kali Gendol, Jumat (29/3/2019) pagi.
Dalam rangka mengantisipasi jatuhnya korban jiwa terhadap ancaman erupsi Gunung Merapi yang sewaktu-waktu bisa terjadi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman telah menyiapkan armada untuk proses evakuasi warga.
Aktivitas vulkanologi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Lampung menurun dari Level III atau Siaga menjadi Level II atau Waspada terhitung sejak Senin 25 Maret 2019 pukul 12.00 WIB. Potensi erupsi tetap masih ada, meski kecil.
Gunung Merapi kembali memuntahkan lava pijar. Kali ini, jarak luncurnya mencapai 800 meter ke arah Kali Gendol.
Gunung Merapi yang terletak di perbatasan DIY-Jawa Tengah mengeluarkan awan panas guguran pada Minggu (17/3/2019) pagi dengan durasi 105 detik.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyatakan, Gunung Merapi mengalami 16 kali gempa guguran selama periode pengamatan pada Minggu (17/3/2019), antara pukul 00:00 WIB hingga 06:00 WIB.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat dua kali guguran lava pijar meluncur dari Gunung Merapi ke arah hulu Kali Gendol berdasarkan pemantauan pada Rabu (13/3) hingga Kamis (14/3).
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebutkan Gunung Merapi yang terletak di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta ini meluncurkan awan panas guguran pada Selasa pagi (12/3/2019)
Juru Kunci Merapi, Mas Bekel Anom Suraksono atau Mas Asih, mengatakan aktivitas Gunung Merapi tidak mengalami perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan erupsi 2010 atau 2006.
Gunung Merapi terpantau delapan kali meluncurkan awan panas Sabtu (2/3/2019). Meski demikian, jumlah itu jauh lebih sedikit ketimbang jumlah awan panas yang diluncurkan pada 2010 lalu.