21,8% Warga Tidak Paham Jalur Evakuasi yang Tepat di Merapi
Sebanyak 21,8% warga sekitar lereng merapi masih ada yang belum memahami jalur evakuasi yang tepat untuk menyelamatkan diri ketika gunung berapi itu mengalami peningkatan aktivitas.
Sebanyak 21,8% warga sekitar lereng merapi masih ada yang belum memahami jalur evakuasi yang tepat untuk menyelamatkan diri ketika gunung berapi itu mengalami peningkatan aktivitas.
Sistem peringatan dini (early warning system) di lereng Gunung Merapi dalam kondisi baik dan tidak bermasalah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman memberikan pemahaman ihwal aktivitas Gunung Merapi Merapi agar industri pariwisata di kabupaten ini bisa berjalan normal.
Gunung Merapi kembali meluncurkan guguran lava sejauh 1,2 kilometer yang mengarah ke hulu Sungai Gendol, Jumat (4/1/2019) malam. Luncuran lava sejauh 1,2 km ini merupakan terpanjang sejak terjadinya peningkatan aktivitas merapi akhir-akhir ini.
Hujan abu akibat erupsi Gunung Merapi mengguyur sejumlah wilayah di Klaten, Jawa Tengah.
Menjelang pergantian tahun, Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) mengumumkan menutup jalur pendakian Taman Nasional Gunung Merapi via Sapuangin dan Selo.
Seiring dengan terjadinya erupsi efusif di Gunung Merapi, sejumlah sekenario atau kemungkinan situasi Gunung Merapi telah diantisipasi.
Pasca-rangkaian letusan freatik 11 Mei-hingga 1 Juni tahun ini, aktivitas vulkanik Gunung Merapi terutama kegempaan berfluktuasi dalam kisaran di atas kondisi normal.
Jika Gunung Merapi jadi meletus efusif, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), memperkirakan arah material erupsi, yang kemungkinan juga membawa awan panas, akan menuju ke Kali Gendol, arah barat dan barat laut gunung.
Pasca terjadinya erupsi freatik pada Jumat (1/6/2018), aktivitas Gunung Merapi terpantau landai. Warga beraktivitas seperti biasanya, dan semua pengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing.