Malam Tahun Baru, Jalur Pendakian ke Gunung Merapi Ditutup
Menjelang pergantian tahun, Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) mengumumkan menutup jalur pendakian Taman Nasional Gunung Merapi via Sapuangin dan Selo.
Menjelang pergantian tahun, Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) mengumumkan menutup jalur pendakian Taman Nasional Gunung Merapi via Sapuangin dan Selo.
Seiring dengan terjadinya erupsi efusif di Gunung Merapi, sejumlah sekenario atau kemungkinan situasi Gunung Merapi telah diantisipasi.
Pasca-rangkaian letusan freatik 11 Mei-hingga 1 Juni tahun ini, aktivitas vulkanik Gunung Merapi terutama kegempaan berfluktuasi dalam kisaran di atas kondisi normal.
Jika Gunung Merapi jadi meletus efusif, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), memperkirakan arah material erupsi, yang kemungkinan juga membawa awan panas, akan menuju ke Kali Gendol, arah barat dan barat laut gunung.
Pasca terjadinya erupsi freatik pada Jumat (1/6/2018), aktivitas Gunung Merapi terpantau landai. Warga beraktivitas seperti biasanya, dan semua pengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing.
Dua hari terakhir, Gunung Merapi tidak mengalami erupsi. Dari puncak, teramati adanya embusan-embusan kecil. Salah satu yang jelas terlihat adalah embusan kecil pukul 09.50 WIB, Minggu (3/6/2018), yang bersumber dari rekahan kubah lava sisa erupsi 2010. Selain embusan kecil, juga terjadi gempa low frequency. Gempa ini biasanya mengindikasikan adanya aliran fluida magma.
Gunung Merapi menyemburkan asap solfatara pada Minggu (3/6/2018). Keluarnya asap terjadi sekira pukul 04.13 WIB.
Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Rudy Suhendar memastikan berbagai perangkat pemantauan Gunung Merapi yang wilayahnya meliputi beberapa kabupaten di Provinsi Jawa Tengah dan DIY hingga saat ini berfungsi dengan optimal.
Magma Gunung Merapi diperkirakan masih berada di bawah tiga kilometer dari puncak. Magma kemungkinan besar tidak akan mencapai permukaan dalam tempo waktu yang singkat, karena pergerakannya yang cenderung lambat. Dengan demikian, jika magma sudah hendak merangsek keluar, otoritas terkait masih punya cukup waktu mengeluarkan peringatan dini.
Pada Jumat (1/6/2018) sampai pukul 21.00 WIB, telah terjadi tiga kali letusan Gunung Merapi. Status Merapi masih level II atau waspada.