Kisah Hidup Pelaku Bom Sri Lanka: Lulusan Inggris yang Berubah Jadi Radikal
Keluarga salah satu pelaku teror bom di Sri Lanka berkisah perjalanan hidup pelaku menjadi radikal hingga berujung aksi kekerasan.
Keluarga salah satu pelaku teror bom di Sri Lanka berkisah perjalanan hidup pelaku menjadi radikal hingga berujung aksi kekerasan.
Pemerintah Sri Lanka menyatakan motif serangkaian serangan bom yang terjadi di tengah perayaan Paskah pada Minggu (21/4/2019) merupakan aksi balasan terhadap teror penembakan massal yang terjadi di dua masjid Christchurch, Selandia Baru pada pertengahan Maret lalu.
Seorang pelaku bom bunuh diri di Sri Lanka tertangkap kamera saat memasuki gereja. Ia masuk dengan membawa tas ransel beberapa saat sebelum terjadi ledakan di Gereja St Sebastian di Negombo. Insiden itu menewaskan 110 orang
Pemerintah Sri Lanka memberi kekuatan penuh kepada polisi dan pihak militer untuk menahan dan menginterogasi tersangka bom Paskah tanpa perintah pengadilan. Hal ini dikarenakan pemerintah menyatakan ada keterlibatan pihak militan asing dalam serangan terhadap gereja dan hotel yang menewaskan 290 orang dan melukai hampir 500 orang, Minggu (21/4/2019).
10 hari sebelum terjadi serangan bom yang menewaskan hampir 300 jiwa di Sri Lanka, ternyata sudah ada peringatan yang disampaikan ke petugas keamanan.
Korban tewas akibat ledakan bom di Sri Lanka terus bertambah.
Pemerintah Sri Lanka segera memberlakukan larangan keluar rumah dan memblokir jejaring medsos pasca terjadinya serangan bom menewaskan hampir 140 orang dengan menyasar gereja dan hotel bintang lima.
Paus Fransiskus mengutuk serangan-serangan yang menewaskan sedikitnya 138 orang di tiga gereja dan empat hotel di Sri Lanka dengan menyebutnya sebagai aksi kekerasan yang bengis dan menyatakan ia bersama dengan masyarakat Kristen yang menjadi sasaran ketika merayakan Paskah.
Jumlah korban tewas akibat serangkaian ledakan menargetkan hotel dan gereja di Sri Lanka kemarin meningkat menjadi 207, termasuk 35 orang asing, menurut pejabat kepolisian.
Sejumlah 207 orang tewas dan setidaknya 450 orang lainnya mengalami luka akibat ledakan bom yang menghancurkan gereja dan hotel di Sri Lanka pada Minggu (21/4/2019) yang berbarengan dengan momen Paskah.