Istri Terduga Teroris Sibolga Belum Mau Menyerahkan Diri
Istri terduga teroris Husain alias Abu Hamzah masih belum mau menyerahkan diri. Pihak kepolisian masih berupaya membujuk istri dan anak terduga teroris untuk menyerah.
Istri terduga teroris Husain alias Abu Hamzah masih belum mau menyerahkan diri. Pihak kepolisian masih berupaya membujuk istri dan anak terduga teroris untuk menyerah.
Seorang terduga teroris meledakkan bom di Sibolga, Sumatra Utara, saat dibekuk aparat Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror . Satu polisi menjadi korban ledakan tersebut.
Ada moment mengharukan sekaligus menggugah emosi dalam peluncuran dan bedah empat buku karya Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme ( BNPT ) Komjen Polisi Suhardi Alius di Gedung Lemhannas, Jakarta, tadi malam, Kamis (14/2/2019). Sebab, salah satu pelaku bom Bali I, Ali Imron, dipertemukan dengan salah satu korban bom JW Marriot 2003, Vivi Normasari dan para korban lainnya.
Masih ingat dengan Ali Imron , si mantan narapidana kasus bom Bali I? Tadi malam, Kamis (14/2/2019), dia meminta maaf kepada masyarakat yang anggota keluarganya menjadi korban ledakan bom di gedung JW Marriot pada 2002 lalu. Ali Imron sendiri adalah adik kandung otak peledakan bom JW Marriot , Amrozi.
Penanganan kasus pemboman gereja di Gereja Katedral Filipina terus berlanjut.Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror dan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) berusaha melakukan tes DNA terhadap dua pelaku yang diduga merupakan Warga Negara Indonesia (WNI).
Polres Jakarta Timur menyita sebuah koper berwarna hijau yang diduga berisi bom. Koper mencurigakan itu disita dari Jalan Otista III, Kelurahan Cipinang Cempedak, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur
Dua WNI disebut-sebut menjadi pelaku bom di gereja Katolik Roma di Jolo, Provinsi Sulu, Filipina selatan pada Minggu (27/1/2019) lalu. Namun sampai Jumat (1/2/2019) malam, Pemerintah Indonesia di Jakarta menyatakan belum dapat mengonfirmasi kabar tersebut.
Dua bom meledak di gereja katedral di Jolo, Provinsi Sulu, Filipina, Minggu (27/1/2019). Sampai berita ini diturunkan, bom yang meledak saat ada kebaktian tersebut menewaskan 21 orang dan 71 orang lainnya luka-luka.
Ledakan bom terjadi di sebuah gereja Katolik di Filipina, Minggu (27/1/2019). Dari peristiwa itu, sekitar 19 orang dikabarkan tewas.
Dua pimpinan KPK mendapat teror di rumahnya, Rabu (9/1/2019) salah satunya Wakil Ketua KPK Laode M Syarif. Laode mengaku sudah mengetahui pelaku yang telah menyerang rumahnya dengan menggunakan bom molotov itu.