Dampak Kemarau Panjang, 33 Kecamatan di DIY Berpotensi Kesulitan Air Bersih
33 kapanewon atau kecamatan yang berpotensi terdampak kekeringan dan kesulitan air bersih
33 kapanewon atau kecamatan yang berpotensi terdampak kekeringan dan kesulitan air bersih
Pemkab Gunungkidul mencatat ada 359 telaga tersebar di 18 kapanewon di Bumi Handayani. Meski demikian, dari jumlah ini ada 27 telaga yang telah mati.
BPBD Kabupaten Bantul Aka Luk Luk Firmansyah menyampaikan bahwa sebanyak 181 tangki berisi sekitar 905.000 liter air telah disalurkan kepada 1.913 keluarga.
Handoko mengatakan telaga yang masih berfungsi dan ada airnya pada musim kemarau seperti Jonge di Kalurahan Pacarejo dan Bembem di Kalurahan Giriasih.
Sedikitnya 1.319 kepala keluarga (KK) atau 7.774 jiwa tedampak bencana kekeringan yang tersebar di tujuh kapanewon dengan 12 kalurahan dan 16 dusun di Bantul
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengklaim akses air bersih ke masyarakat sudah mencapai 89%. Hal ini diungkapkan saat meresmikan Pamsimas di Kalurahan Pengkok.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta meminta kepada masyarakat untuk tidak panik berkaitan dengan potensi kemarau panjang yang terjadi di tahun ini.
Kementan menyatakan perubahan cuaca yang dipicu oleh El Nino berpotensi menyebabkan kekeringan pada 870.000 hektare lahan di wilayah Indonesia.
Kekeringan terjadi di sejumlah wilayah di Bantul pada musim kemarau tahun ini, penanganan kekeringan bisa menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT).
Kekeringan Diperkirakan Hingga Januari 2024, Sudah Ada 25 Kapanewon Terdampak di DIY