Dua Kecamatan di Gunungkidul Mulai Dilanda Krisis Air Bersih
Warga di wilayah Selatan Gunungkidul mulai kesulitan air bersih. Program droping air untuk masyarakat mulai disalurkan oleh BPBD Gunungkidul atau Pemerintah Kap
Warga di wilayah Selatan Gunungkidul mulai kesulitan air bersih. Program droping air untuk masyarakat mulai disalurkan oleh BPBD Gunungkidul atau Pemerintah Kap
Kemarau basah memberikan dampak yang baik bagi warga yang tinggal di wilayah Selatan Gunungkidul. Biasanya saat kemarau, mereka kesulitan mendapatkan air bersih tetapi kini warga tak kekurangan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul mulai bersiap menghadapi musim kemarau yang berdampak pada bencana kekeringan di sejumlah wilayah. BPBD pun sudah memetakan beberapa wilayah yang masuk kategori rawan kekeringan.
Instalasi kincir angin untuk mengangkat sumber air di Dusun Pacing Kidul, Pacarejo, Semanu, Gunungkidul sudah mangkrak puluhan tahun. Meski demikian, Pemerintah Kalurahan tidak bisa berbuat banyak karena aset diketahui dimiliki oleh Pemkab Gunungkidul.
Memasuki musim kemarau basah, beberapa daerah di Bantul mulai mengalami kekeringan. Kondisi kemarau yang masih sesekali hujan membuat dampak kekeringan tak seperti kemarau kering.
Anggaran droping air milik BPBD Gunungkidul makin menipis. Diperkirakan dana yang dimiliki habis untuk penyaluran di pertengahan Oktober mendatang
Kekeringan di Bantul terus meluas. Setelah Padukuhan Dermojurang, Kalurahan Seloharjo, Kapanewon Pundong, kini sejumlah wilayah seperti Padukuhan Banyakan 2, Sitimulyo, Kapanewon Piyungan, dan Kalurahan Terong, Kapanewon Dlingo mengalami kekeringan.
Sejumlah wilayah di Bantul mulai mengalami kekeringan. Salah satunya di Padukuhan Dermojurang, Kalurahan Seloharjo, Kapanewon Pundong, Bantul. Sudah tiga hari terakhir, sebanyak 300 keluarga di padukuhan tersebut menerima kiriman air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul.
Menghadapi potensi kekeringan, BNPB meminta kepala daerah untuk melakukan langkah-langkah kesiapsiagaan.
Pemkab Gunungkidul menggelontorkan program penyediaan air bersih sebesar Rp15,3 miliar. Akses masyarakat terhadap air bersih diharapkan semakin mudah.