Gunungkidul Siaga Darurat Kekeringan, Ada 16 Kecamatan Terdampak
Pemkab Gunungkidul menetapkan status siaga darurat kekeringan sejak Juni lalu. Penetapan status sebagai upaya mitigasi kekeringah yang terjadi pada musim kemarau di tahun ini.
Pemkab Gunungkidul menetapkan status siaga darurat kekeringan sejak Juni lalu. Penetapan status sebagai upaya mitigasi kekeringah yang terjadi pada musim kemarau di tahun ini.
Musim kemarau tiba. Pemerintah Kabupaten Magelang mulai melakukan antisipasi terjadinya kekeringan dengan menyiapkan bantuan air bersih.
BPBD Gunungkidul mencatat sedikitnya 92.578 orang terdampak kekeringan di musim kemarau tahun ini. Jumlah tersebut masih bisa bertambah karena belum semua kapanewon menyerahkan warga yang kekurangan air bersih.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul terus mewaspadai kemungkinan kekeringan yang mengancam wilayahnya. Meski sampai saat ini belum ada laporan dari wilayahnya terkait dengan permintaan droping air.
BPBD Gunungkidul mulai menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah yang mengalami krisis air, Senin (14/6/2021). Total hingga sekarang sudah ada sembilan kapanewon yang mengajukan permintaan bantuan air bersih.
Sebanyak enam wilayah di Kabupaten Kulonprogo terancam karena kemarau. Kemarau diprediksi terjadi hingga Agustus mendatang.
Pemerintah Kapanewon Girisubo mulai menyalurkan air bersih kepada masyarkat. Di tahap awal ini keluarga yang sedang menjalani isolasi mandiri akibat Covid-19 menjadi prioritas mendapatkan bantuan.
Memasuki musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman memastikan tidak ada lokasi yang berpotensi kekeringan. Kapanewon Prambanan yang beberapa tahun lalu masih mendapat droping air, kini telah memiliki jaringan air bersih.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul menerima laporan tiga Kapanewon dengan ribuan Kepala Keluarga mulai merasakan kekeringan.
Padi milik petani yang berada di lahan sekitar 25 hektare di Dusun Karangasem, Kalurahan Sidomulyo, Kapanewon Pengasih, Kulonprogo gagal panen karena tak mendapat pasokan air yang cukup. Petani rugi hingga ratusan juta rupiah.