130,5 Hektare Sawah di Kulonprogo Gagal Panen
Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpangan) Kulonpogo mencatat 130,5 hektare lahan sawah di Kulonprogo gagal panen selama musim kemarau awal Agustus ini.
Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpangan) Kulonpogo mencatat 130,5 hektare lahan sawah di Kulonprogo gagal panen selama musim kemarau awal Agustus ini.
Dampak bencana kekeringan di wilayah DIY terus meluas jika dibandingkan Juli lalu. Hingga Agustus ini bencana kekeringan berpotensi dialami 45.000 warga di 127 desa dari tiga kabupaten.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul mengusulkan anggaran sebanyak Rp2 miliar ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk penanganan kekeringan di Bantul.
Peternak di Kabupaten Gunungkidul harus merelakan ternak kesayangannya demi mendapatkan air bersih. Mereka rela menjual ternak-ternaknya untuk membeli air bersih lantaran di daerah tersebut mulai kesulitan air.
Pemerintah Pusat menargetkan tahun ini akses layanan air bersih ke masyarakat mencapai 100%. Meski demikian, hingga awal Agustus tingkat capaian di Gunungkidul baru sebesar 84,77%.
Aksi Cepat Tanggap DIY menyerahkan bantuan air bersih ke Pemkab Gunungkidul di Bangsal Sewokoprojo, Jumat (9/8/2019). Guna mengatasi krisis air, lembaga sosial ini juga ikut membangun sumur bor yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo menganggap bantuan pompa yang sudah diberikan pada petani dari 2013 sampai sekarang dirasa cukup untuk mengatasi masalah kekeringan saat musim kemarau.
Bencana kekeringan yang melanda wilayah DIY terus berlanjut. Hingga awal Agustus ini berdasarkan data Pusdalops BPBD DIY tercatat 6,5 juta liter air bersih sudah didistribusikan.
Hingga Minggu (2/8/2019) tercatat sebanyak 5,57 juta liter air bersih didistribusikan ke 10 kecamatan di Gunungkidul. Adapun penyaluran air bersih ke wilayah Bantul tercatat 785.000 liter ke tiga kecamatan sementara untuk wilayah Kulonprogo sebanyak 215.000 liter untuk empat kecamatan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo mengantisipasi puncak kekeringan yang diperkirakan terjadi di Agustus 2019 ini.