Sidak di Bantul, Pertamina Temukan Rumah Makan yang Habiskan 12 Tabung Gas 3 Kg Per Hari
PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region IV Region Jateng dan DIY memastikan pasokan LPG 3 kg di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tercukupi.
PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region IV Region Jateng dan DIY memastikan pasokan LPG 3 kg di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tercukupi.
Pemantauan pasokan gas 3 kg (elpiji) bersubsidi menjelang Hari Raya Iduladha 2019/1440 H dilakukan oleh Bagian Perekonomian Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman bersama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman.
Permintaan gas tiga kilogram (kg) yang sempat meningkat pada libur Lebaran bulan lalu kini berangsur normal.
Menjelang Hari Raya Idulfitri 2019, stok gas ukuran tiga kilogram atau gas melon untuk wilayah Gunungkidul ditambah. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gunungkidul menambah kuota sebanyak 10% dari ketersediaan harian.
Pemerintah berencana mengevaluasi penyaluran subsidi LPG tiga kilogram. Ke depan, gas bersubsidi akan disalurkan secara tertutup. Diperlukan persiapan lebih matang untuk menghindari berbagai kendala yang ditemukan pasca-uji coba kebijakan tersebut.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gunungkidul mengajukan tambahan kuota elpiji kemasan tiga kilogram ke Direktorat Jenderal Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Pengajuan dilakukan untuk mengantisipasi melonjaknya permintaan selama Hari Raya Idulfitri.
Kabupaten Gunungkidul mendapat tambahan stok elpiji ukuran tiga kilogram atau gas melon sebanyak empat juta tabung. Alokasi tambahan itu berasal dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Penyaluran gas bersubsidi tiga kilogram (gas melon) di Bantul belum tepat sasaran. Hal ini terlihat dari sidak yang dilakukan bersama-sama dengan Hiswana Migas DIY dan Pertamina.
Pertamina terus melakukan pengecekan bersama pemerintah daerah untuk memonitor penggunaan gas bersubsidi 3kg agar tidak salah sasaran. Selama 2018 ini tercatat 152 unit usaha di DIY dan Jateng yang ditindak kemudian beralih menggunakan gas non subsidi.
Warga Desa Baleharjo, Kecamatan Wonosari mengeluhkan kelangkaan gas 3 kg. Kalaupun ada, harganya jauh di atas harga eceran terendah (HET).