Harga Bawang Meroket, Petani di Bantul Tetap Mengeluh
Tingginya harga bawang merah yang mencapai Rp40.000 per kilogram tidak sepenuhnya berbanding lurus dengan penghasilan petani bawang merah di Bantul.
Tingginya harga bawang merah yang mencapai Rp40.000 per kilogram tidak sepenuhnya berbanding lurus dengan penghasilan petani bawang merah di Bantul.
Memasuki masa panen pada Mei 2020, harga cabai merah di tingkat petani di Kulonprogo terjun bebas. Penurunan ini tak lepas dari pandemi Covid-19. Petani dipastikan merugi lantaran harga jual cabai jauh di bawah harga ideal.
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) telah menyiapkan 1,8 juta hektare (ha) lahan transmigrasi untuk membantu ketahanan pangan pasca pandemi covid 19. Lahan pertanian tersebut akan dilakukan intensifikasi untuk mempercepat dan meningkatkan hasil panen padi.
Pandemi Covid-19 berdampak secara sosial, ekonomi dan kesehatan masyarakat. Demi menjaga ketahanan pangan, masyarakat diminta untuk menanam tanaman pertanian di lingkungannya masing-masing.
Total 179,4 hektare lahan padi di Kulonprogo terserang wereng cokelat. Dari jumlah tersebut tingkat serangan wereng cokelat pada tanaman padi beragam. Kapanewon Galur menjadi salah satu wilayah terparah oleh serangan wereng cokelat di Kulonprogo.
Kementerian Pertanian mendorong percepatan masa tanam kedua untuk padi seusai panen hasil tanam rendeng selesai pada Mei ini, demi menjamin ketersediaan beras sampai akhir tahun mengingat potensi kemarau panjang pada paruh kedua 2020.
Harga bawang merah masih tinggi di sejumlah wilayah sejak April 2020.Harga diyakini akan kembali normal pada bulan ini seiring dengan dimulainya masa panen di sentra-sentra produksi.
Hama wereng cokelat telah menyerang tanaman padi di daerah Dukuh Nomporejo, Desa Karangsewu, Kapanewon Galur. Akibatnya sejumlah lahan persawahan mengalami penurunan produksi drastis.
Presiden Joko Widodo diminta berhati-hati menjalankan program cetak sawah baru di daerah. Peringatan itu disampaikan anggota Komisi VI DPR RI, Deddy Yevri Sitorus, mengingat ada pengalaman tidak enak terkait program serupa di masa sebelumnya.
Seluruh pihak bahu-membahu agar pandemi Covid-19 segera berlalu agar aktivitas dan roda perekonomian kembali pulih. Diperkirakan penyakit mematikan ini masih terus berlangsung hingga beberapa bulan ke depan.