Datang ke Kulonprogo, Jokowi Resmikan Underpass Terpanjang di Indonesia
Jalan bawah tanah atau underpass Yogyakarta International Airport (YIA) di Kabupaten Kulonprogo, diresmikan Presiden Joko Widodo, pada Jumat (31/1/2020).
Jalan bawah tanah atau underpass Yogyakarta International Airport (YIA) di Kabupaten Kulonprogo, diresmikan Presiden Joko Widodo, pada Jumat (31/1/2020).
Underpass terpanjang di Indonesia Yogyakarta International Airport (YIA) dinilai rawan terjadi kecelakaan lalu lintas.
Tergenangnya underpass Kulur di Dusun Polodadi, Kalurahan Kulur, Kapanewon Temon hingga kini membuat pelaksana proyek underpass Yogyakarta International Airport (YIA) mengantisipasi hal serupa. Empat pompa penyedot air dengan kapasitas memadai telah disiapkan.
Setelah diuji coba selama empat hari, underpass yang melintas di bawah Yogyakarta International Airport dirasa masih perlu tambahan rambu-rambu lalu lintas. Hal ini diperlukan untuk menertibkan pejalan kaki dan pengguna kendaraan sepeda.
Pejabat Pembuat Komitmen Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah Provinsi DIY Kementerian PUPR, M. Syidik Hidayat, mengungkapkan pihaknya menerima segala saran yang masuk terkait dengan uji coba underpass YIA selama beberapa hari ini.
Setelah diuji coba selama empat hari, underpass Yogyakarta International Airport dirasa masih perlu tambahan rambu-rambu lalu lintas, khususnya untuk menertibkan pejalan kaki dan pengguna kendaraan sepeda.
Dibukannya underpass di kawasan Yogyakarta International Airport (YIA), Kapanewon Temon, Kabupaten Kulonprogo, menyedot perhatian masyarakat. Jalur bawah tanah yang diklaim Kementerian PUPR sebagai yang terpanjang di Indonesia itu bahkan menjadi obyek wisata dadakan.
Puluhan pesepeda meramaikan operasional perdana underpass di kawasan Yogyakarta International Airport (YIA), Kapanewon Temon, Kabupaten Kulonprogo, Jumat (24/1/2020). Sebagian dari mereka adalah warga terdampak pembangunan bandara.
Tergenangnya underpass Kulur yang terletak di dekat Pasar Cikli, Desa Kulur, Kapanewon Temon di musim penghujan ini dirasa sangat memerlukan kajian kawasan dari berbagai sektor. Sebab, jika airnya hanya disedot airnya, hal ini tidak akan memberi solusi jangka panjang.
DPRD Kulonprogo mempertanyakan solusi dari Pemerintah Provinsi DIY yang dirasa abai pada genangan air di underpass Kulur selama delapan tahun ini. Dewan meminta kepastian apakah underpass yang terletak di Desa Kulur, Kapanewon Temon itu akan digunakan atau dibiarkan mangkrak jika musim hujan tiba.