Hasil Studi: Satu Dosis Vaksin Cukup untuk Penyintas Covid-19
Tim riset Cedars-Sinai Medical Center di Los Angeles menemukan bahwa respons imun penyintas Covid-19 muncul jauh lebih kuat saat diberikan satu kali dosis suntikan.
Tim riset Cedars-Sinai Medical Center di Los Angeles menemukan bahwa respons imun penyintas Covid-19 muncul jauh lebih kuat saat diberikan satu kali dosis suntikan.
Badan Pengawas Obat dan Makanan telah menyetop uji klinis fase 2 vaksin Nusantara besutan eks Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Keputusan tersebut mendapat dukungan dari 105 tokoh nasional dari berbagai kalangan.
CEO Komite Haji India Maqsood Ahmed Khan mengumumkan kebijakan tersebut mengikuti arahan terbaru dari konsulat jenderal India di Jeddah dan Kementerian Kesehatan Arab Saudi.
Vaksin Nusantara hendaknya terus dilanjutkan, yang diiringi dengan publikasi ilmiah, baik nasional maupun internasional. Hal tersebut disampaikan oleh ahli kesehatan dr Andreas Harry Lilisantoso, SpS (K) yang juga anggota "International Advance Research" Asosiasi Alzheimer Internasional (AAICAD).
Vaksin Nusantara terus dipersoalkan karena sudah mulai disuntikkan ke sejumlah orang dan melakukan uji klinis tahap 2 yang ternyata belum mengantongi izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Kontroversi vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto terus menggelinding. Akademisi dan cendekiawan mendukung Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM-RI) menjalankan tugas sebagaimana mestinya.
Kepala BPOM Penny Lukito menekankan bahwa pengembangan vaksin harus melewati tahap-tahap yang sesuai dengan standar yang sudah diatur.
Vaksinasi on the spot untuk lansia di Rumah Sakit Dinas Kesehatan Tentara (RS DKT) Dr. Soetarto, Jogja ramai peminat. Menurut Kepala Urusan Unit Gawat Darurat (UGD) RS DKT dr. Soetarto, Letnan Dua Ahmadi, dalam sehari ada 150 dosis vaksin yang mereka miliki. Sebanyak 70 dosis untuk kuota vaksin on the spot. Sementara sisanya untuk lansia yang telah mendaftar online melalui laman pedulilindungi.id.
Temuan ituberdasarkan inspeksi ke pusat uji klinik RSUP dr. Kariad pada 14-15 Desember 2020.
Untuk mempercepat pelaksanaan vaksinasi Lansia, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman mulai mengubah strategi. Sebelumnya, pemberian vaksinasi lansia didasarkan pada database pendaftaran kemudian sasaran diberikan vaksin di rumah sakit terdekat.