BPOM Sebut 71,4% Subjek Vaksin Nusantara Alami Kejadian Tak Diinginkan, Demam hingga Pilek
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut 71,4% subjek Vaksin Nusantara mengalami kejadian yang tak diinginkan.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut 71,4% subjek Vaksin Nusantara mengalami kejadian yang tak diinginkan.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan sebanyak 70 juta warga menerima vaksin Covid-19 pada Juli 2021. Jika tercapai, dia meyakini kurva kasus penyebaran Covid-19 di Indonesia akan terus melandai.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengungkapnya semua komponen utama pembuatan Vaksin Nusantara ternyata diimpor dari Amerika Serikat. Vaksin Nusantara diajukan oleh mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul tidak akan menggelar vaksinasi dengan cara drive thru. Alasannya, stok vaksin untuk Bantul saat ini terbatas dan pemantauan terhadap dampak vaksinasi.
Total orang yang telah divaksinasi tahap pertama menjadi 10.477.506 orang, kemudian yang divaksinasi tahap kedua 5.568.857 orang.
Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI)Daeng Mohammad Faqih menegaskan bahwa vaksin hanya boleh digunakan bilah telah mengantongi izin dariBadan Pangawas Obat dan Makanan (BPOM).
Pemerintah Kota Jogja terus laksanakan vaksinasi selama Bulan Ramadan tahun 2021 ini. Sasaran utama vaksinasi untuk lansia. Menurut Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, setiap hari Jumat akan ada vaksinasi massal di Balai Kota Jogja untuk lansia.
Vaksin buatan China masih layak digunakan, karena efikasi vaksin buatan China seperti Sinovac, masih di atas ambang batas yang ditetapkan organisasi kesehatan dunia, WHO. Hal tersebut disampaikan oleh Juru Bicara dari Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Iris Rengganis.
Bhutan bergerak cepat memvaksinasi hampir seluruh penduduk dewasanya. Hanya dalam 16 hari, negeri di timur Himalaya yang berbatasan dengan China dan India itu telah memvaksinasi 93 persen penduduk dewasa.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan kementerian telah mengalokasikan anggaran Rp400 miliar untuk mendukung pengembangan vaksin Covid-19 dalam negeri pada tahun ini.