Makin Banyak Negara Tolak Vaksin AstraZeneca, WHO Langsung Gelar Pertemuan
WHO mengimbau negara-negara untuk terus menjalankan kampanye vaksinasi, dengan mengatakan tidak ada bukti vaksin menyebabkan masalah pembekuan darah.
WHO mengimbau negara-negara untuk terus menjalankan kampanye vaksinasi, dengan mengatakan tidak ada bukti vaksin menyebabkan masalah pembekuan darah.
Banyak lansia yang kesulitan mendaftar vaksinasi Covid-19. Hal itu diungkapkan oleh Ketua RW 04 Kalurahan Patehan, Kemantren Kraton, Agus Wijayanto.
Masyarakat diimbau tidak panik karena vaksin Covid-19 yang diberikan pemerintah adalah aman, halal dan berkualitas serta dijamin tidak kedaluwarsa. Hal tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito.
Vaksin menjadi salah satu upaya menghentikan pandemi virus corona Covid-19. Namun, banyak orang yang masih meragukan vaksin Covid-19.
Jumlah warga lanjut usia (lansia) di DIY yang sudah mendapat suntikan vaksin Covid-19 masih jauh dari target.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan pemerintah tidak menunda distribusi vaksin Covid-19 dari AstraZeneca karena adanya isu bahwa vaksin tersebut menyebabkan penggumpalan darah dan berbahaya.
Kabar yang menyatakan vaksin Covid-19 buatan Sinovac akan kedaluwarsa pada 25 Maret 2021 belakangan ramai tersiar.
Selain negara Eropa, Thailand juga mengumumkan rencana pada hari Senin untuk melanjutkan pengambilan gambar perusahaan Anglo-Swedia tetapi Indonesia mengatakan akan menunggu setelah Irlandia dan Belanda mengumumkan penangguhan pada hari Minggu.
Tenaga keresahatan yang memperoleh vaksinasi dosis kedua totalnya sudah mencapai 1.183.715 orang atau 80,59 persen dari total target.
Vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca menjadi perhatian dunia. Salah satu penyebabnya adalah vaksin yang diproduksi perusahaan Inggris tersebut diduga berisiko meningkatkan pengentalan darah pada tubuh orang yang disuntikkan.