Capaian Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia di DIY Rendah, Ini Kata Dinkes DIY
Jumlah warga lanjut usia (lansia) di DIY yang sudah mendapat suntikan vaksin Covid-19 masih jauh dari target.
Jumlah warga lanjut usia (lansia) di DIY yang sudah mendapat suntikan vaksin Covid-19 masih jauh dari target.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan pemerintah tidak menunda distribusi vaksin Covid-19 dari AstraZeneca karena adanya isu bahwa vaksin tersebut menyebabkan penggumpalan darah dan berbahaya.
Kabar yang menyatakan vaksin Covid-19 buatan Sinovac akan kedaluwarsa pada 25 Maret 2021 belakangan ramai tersiar.
Selain negara Eropa, Thailand juga mengumumkan rencana pada hari Senin untuk melanjutkan pengambilan gambar perusahaan Anglo-Swedia tetapi Indonesia mengatakan akan menunggu setelah Irlandia dan Belanda mengumumkan penangguhan pada hari Minggu.
Tenaga keresahatan yang memperoleh vaksinasi dosis kedua totalnya sudah mencapai 1.183.715 orang atau 80,59 persen dari total target.
Vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca menjadi perhatian dunia. Salah satu penyebabnya adalah vaksin yang diproduksi perusahaan Inggris tersebut diduga berisiko meningkatkan pengentalan darah pada tubuh orang yang disuntikkan.
Pemerintah Indonesia sudah menerima sebanyak 1.113.600 vaksin jadi AstraZeneca buatan perusahaan farmasi asal Inggris pada Senin (8/3/2021) petang.
Pemda DIY terus mengebut program vaksinasi Covid-19. Dari target 662.799 penerima, hingga Minggu (14/3/2021) sudah ada 103.157 orang yang disuntik vaksin.
Menkes Budi Gunadi Sadikin menyatakan saat ini rata-rata penyuntikan vaksin Covid-19 masih di kisaran 300.000 orang per hari.
uru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi memastikan stok vaksin COVID-19 untuk kelompok lanjut usia (lansia) dan petugas pelayanan publik aman.