Kabut Asap, Jarak Pandang di Pekanbaru Hanya 700 Meter
Kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kota Pekanbaru makin pekat pada Kamis pagi sehingga membuat jarak pandang sempat turun drastis.
Kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kota Pekanbaru makin pekat pada Kamis pagi sehingga membuat jarak pandang sempat turun drastis.
Kawasan hutan di lereng Gunung Merbabu, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, kembali terbakar, setelah Selasa (10/9/2019) terbakar di wilayah Kecamatan Pakis.
Kabut asap terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia bahkan Malaysia dan Singapura. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya meminta Malaysia bersikap obyektif melihat persoalan kabut asap di wilayah udara Malaysia dan tidak asal protes dengan menutupi informasi.
Ribuan warga dan pegawai pemerintah memadati halaman Kantor Gubernur Riau di Pekanbaru untuk melaksanakan shalat istisqa guna memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan pada Rabu (11/9/2019), saat masalah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan makin parah.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan ada sebanyak 1.211 titik panas "mengepung" wilayah Sumatera yang menjadi indikasi awal kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tersebar di wilayah Sumatera, Rabu (11/9/2019) pagi.
Asap yang muncul di wilayah Malaysia diduga berasal darilocal hotspot. Karena itu,Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) membantah asap yang menyelimuti wilayah Sarawak, Malaysia, berasal dari kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.
Angin kencang memperbesar kebakaran hutan di dua negara bagian Australia itu sejak Senin (9/9/2019), ketika api membesar dan di luar kendali di beberapa daerah, merusak ribuan hektare lahan.
Semakin berkabut, terutama pagi-pagi saat mengantar anak ke sekolah, sehingga mau bernapas saja susah, udara terasa pahit meskipun sudah menggunakan masker.
Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) masih terjadi di beberapa tempat di Sumatra dan Kalimantan.
Sudah 70 hektare lebih kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Thaha Syaifuddin di Kabupaten Batanghari, Jambi terbakar.