Dampak Asap, Jam Belajar di Pontianak Dimundurkan
Dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat Pemerintah Kota Pontianak berencana memundurkan jam belajar tanpa meliburkan aktivitas belajar di kota tersebut.
Dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat Pemerintah Kota Pontianak berencana memundurkan jam belajar tanpa meliburkan aktivitas belajar di kota tersebut.
Tradisi takbiran keliling pada malam hari raya Iduladha tetap digelar di Pekanbaru di tengah bencana akabut asap.
Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) mengintensifkan patroli untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di lereng Merapi pada puncak musim kemarau Agustus ini.
Polisi menetapkan 23 tersangka terkait dugaan tindak pidana pembakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatra. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol. Dedi Prasetyo mengungkapkan bahwa perkara tersebut kini ditangani Polda Riau.
Pelaksana Harian Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo mengatakan telah dilakukan 15.858 kali pengeboman air di wilayah kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Provinsi Riau.
Dampak kebakaran hutan telah mengancam kesehatan ribuan warga Riau.
Ancaman pencopotan kepala lembaga daerah masih berlaku jika gagal mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hal tersebut ditegaskan oleh Presiden Joko Widodo.
Presiden Joko Widodo memberikan arahan di Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) 2019 di Istana Negara Jakarta, Selasa (6/8/2019). Jokowi yang didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno memasuki ruangan sekitar pukul 10.00 WIB.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru mendeteksi 138 titik panas yang mengindikasikan kebakaran hutan dan lahan yang menyebar di delapan kabupaten di Provinsi Riau.
Kasus kebakaran hutan masih menjadi ancaman pada musim kemarau di Indonesia. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo meyakini orang-orang yang melakukan pembakaran hutan dan lahan bisa disadarkan untuk tidak kembali melakukan tindakan yang bisa menyebabkan bencana tersebut.