Sampah di Lokasi Demonstrasi 30 September Terkumpul Capai 20 Ton
Demonstrasi mahasiswa dan masyarakat di Jakarta pada Senin (30/9/2019) menghasilkan sampah dengan volume 90 meter kubik (m3) atau 20,2 ton.
Demonstrasi mahasiswa dan masyarakat di Jakarta pada Senin (30/9/2019) menghasilkan sampah dengan volume 90 meter kubik (m3) atau 20,2 ton.
Ratusan mahasiswa mulai berdatangan di Stasiun Palmerah, Jakarta Barat, untuk bergabung dengan massa lainnya untuk berunjuk rasa menolak sejumlah rancangan undang-undang di depan Gedung DPR/MPR RI Senayan, Jakarta, Selasa (1/10/2019).
Aksi demonstrasi mahasiswa yang dilaksanakan di depan gedung DPR RI, Senin (30/9/2019) berakhir ricuh.
Gerakan #GejayanMemanggil oleh Aliansi Rakyat Bergerak yang terdiri dari mahasiswa, pelajar, organisasi perempuan dan masyarakat sipil cukup menyita simpati publik. Simpati tersebut muncul sebab gerakan ini murni memperjuangkan aspirasi yang berkaitan dengan nasib rakyat banyak.
Dalam beberapa hari terakhis, aksi unjuk ras adigelar di gedung DPR RI serta di sejumlah daerah. Polri memprediksi ratusan massa aksi yang beberapa hari terakhir melakukan unjuk rasa anarkis memiliki target menggagalkan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih pada tanggal 20 Oktober 2019 nanti.
Rangkaian demonstrasi terjadi di Jakarta dan sejumlah daerah di Indonesia dalam beberapa hari terakhir. Polri menyatakan akan membubarkan secara paksa massa aksi yang menggelar unjuk rasa hari ini, jika hingga pukul 18.00 WIB tidak membubarkan diri.
Polisi mengamankan 649 orang terkait aksi berujung anarkis yang terjadi di depan Gedung DPR/MPR pada Senin 30 September 2019 kemarin.
Aksi unjuk rasa di sekitar Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (30/9/2019) kemarin berujung kerusuhan. Polda Metro Jaya menangkap 519 orang, terkait aksi unjuk rasa tersebut. Diketahui, massa aksi tersebut berasal dari berbagai elemen seperti mahasiswa dan pelajar.
Sejumlah aksi unjuk rasa di Ibu Kota maupun berbagai daerah mulai melibatkan pelajar berseragam. Mereka turut berorasi bahkan terpicu melakukan kerusuhan.
Polisi di Hong Kong menyebut aksi protes di Hong Kong saat peringatan ke-70 tahun berdirinya negara China modern akan "sangat, sangat berbahaya".