Ini Penyebab Banjir Sentani Papua Versi BNPB…
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut kombinasi faktor alam dan manusia menjadi penyebab utama terjadinya banjir bandang di Sentani, Jayapura pada Sabtu (16/3/2019).
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut kombinasi faktor alam dan manusia menjadi penyebab utama terjadinya banjir bandang di Sentani, Jayapura pada Sabtu (16/3/2019).
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Polisi Ahmad Musthofa Kamal. Menyatakan sebanyak 74 korban banjir bandang Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua dilaporkan hilang dan hingga kini belum ditemukan.
Hujan deras yang mengguyur sejak Minggu (17/3/2019) pagi tidak hanya menggenangi area permukiman warga. Banjir juga merendam area pertanian di Dusun Semanu Kidul, Desa Semanu, Kecamatan Semanu. Akibatnya, petani terancam gagal panen karena padi yang ditanam sudah memasuki masa panen.
Dusun Ngentak, Desa Seloharjo, Kecamatan Pundong menjadi salah satu lokasi yang terkena dampak banjir paling parah pada Minggu (17/3/2019). Sungai kecil yang berada di perbatasan Ngentak dengan Dermojurang meluap hingga permukiman. Ketinggian air mencapai satu meter.
Hujan lebat disertai angin dari Minggu (17/3/2019) pagi hingga Senin (18/3/2019) dini hari WIB menyebabkan bencana hidrometeorologi di wilayah Bantul, seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.
Kesimpangsiuran data korban jiwa dalam peristiwa silkon Savannah di Bantul mulai menemukan titik terang. Painem, nenek berusia 70 tahun warga RT 7 Numpukan Karang Tengah Imogiri Bantul dipastikan meninggal dunia akibat banjir.
Tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah Bantul menyebabkan banjir dan tanah longsor. Tercatat setidaknya banjir dan tanah longsor ini terjadi di 21 titik yang berada di sembilan kecamatan di wilayah Bantul.
Hujan lebat yang mengguyur Kulonprogo pada Sabtu (16/3/2019) hingga Minggu (17/3) membuat Sungai Serang meluap. Ratusan rumah di sepanjang bantaran kali terendam air dan sebuah tanggul jebol.
Sebanyak 32 jenazah korban banjir bandang di Kabupaten Jayapura belum berhasil teridentifikasi dan masih berada di RS Bhayangkara setempat.
Sedikitnya dua rumah di Dusun Kwangen Lor, Pacarejo terendam air setinggi hampir tiga meter. Namun demikian, pada Senin (18/3/2019) ketinggian air mulai berangsur-angsur surut.