Wolbachia Sukses, Kasus Demam Berdarah di Bantul Turun Drastis
Jumlah Penderita DBD Menurun, Program Wolbachia Dinilai Ampuh Turunkan Kasus DBD
Jumlah Penderita DBD Menurun, Program Wolbachia Dinilai Ampuh Turunkan Kasus DBD
Vaksin demam berdarah dengue atau DBD dikenal sebagai Travalent Dengue Vaccine (TDV).
Demam berdarah atau DBD yang disebabkan oleh virus dengue merupakan kasus yang serius dan terjadi di banyak negara.
Tahun ini, kasus demam berdarah diprediksi bisa mencapai rekor terburuknya
Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Jogja selama enam bulan terakhir mengalami penurunan dibandingkan pada kasus di bulan yang sama pada 2022 silam.
Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY mengimbau masyarakat untuk mewaspadai adanya Demam Berdarah Dengue (DBD) apabila terjadi hujan selama musim kemarau.
Dibanding pada 2016 dimana DBD jadi kejadian luar biasa di Jogja dengan 1.690 kasus, penanganan DBD membaik sejak pengembangbiakan nyamuk wolbachia pada 2017.
Dinas Kesehatan memastikan penyebaran kasus DBD di Gunungkidul masih landai. Meski demikian, masyarakat tetap diminta mewaspadai penyakit ini
Suhu udara tinggi yang terjadi akibat perubahan iklim dapat berpengaruh pada meningkatnya potensi DBD
Kemenkes mengimbau semua pihak untuk mewaspadai dampak El Nino yang bisa memicu kenaikan kasus demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia.