Kasus DBD di Gunungkidul Masih Landai saat Kemarau, Dinkes: Tetap Waspada!
Dinas Kesehatan memastikan penyebaran kasus DBD di Gunungkidul masih landai. Meski demikian, masyarakat tetap diminta mewaspadai penyakit ini
Dinas Kesehatan memastikan penyebaran kasus DBD di Gunungkidul masih landai. Meski demikian, masyarakat tetap diminta mewaspadai penyakit ini
Suhu udara tinggi yang terjadi akibat perubahan iklim dapat berpengaruh pada meningkatnya potensi DBD
Kemenkes mengimbau semua pihak untuk mewaspadai dampak El Nino yang bisa memicu kenaikan kasus demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul menyebut kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Bantul selama tiga bulan terakhir atau Januari-Maret 2023 mengalami penurunan
Harianjogja.com, JOGJA -- Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja berupaya menekan angka Demam Berdarah Dengue (DBD)
Program kolaborasi Yayasan Tahija, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM), dan Monash University ini be
Dinas Kesehatan Gunungkidul mengklaim penyebaran penyakit DBD di awal tahun relative terkendali. Hingga pertengahan Maret ini tercatat ada 24 warga terjangkit
Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Bantul selama 2022 cukup tinggi, meningkat lebih dari dua kali lipat di banding tahun sebelumnya.
Dinas Kesehatan Gunungkidul mencatat kematian pertama akibat penyakit DBD di awal 2023. Adapun korban meninggal merupakan anak berusia 10 tahun asal Semanu.
Selama Januari hingga November 2022, Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY menemukan ada 2.027 kasus demam berdarah dengue (DBD) dengan 16 orang meninggal dunia