Satu Anak di Gunungkidul Meninggal Dunia karena DBD
Sedikitnya lima anak di Dusun Ngresik, Kanigoro, Saptosari, Gunungkidul terjangkit penyakit demam berdarah dengue (DBD) dan satu di antara mereka meninggal dunia.
Sedikitnya lima anak di Dusun Ngresik, Kanigoro, Saptosari, Gunungkidul terjangkit penyakit demam berdarah dengue (DBD) dan satu di antara mereka meninggal dunia.
Demam berdarah lebih sering terjadi pada saat musim hujan karena cuaca yang lembap dan banyak terdapat genangan air. Genangan air inilah yang menjadi tempat ideal bagi nyamuk untuk bertelur dan berkembang biak.
Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Jogja menurun dari tahun sebelumnya. Pada 2020, angka DBD mencapai 296 kasus. Sementara pada 2021 sampai bulan November berjumlah 74 kasus.
Memasuki musim hujan, kasus demam berdarah dengue (DBD) di Gunungkidul mulai meningkat. Masyarakat diminta waspada.
Di tengah pandemi Covid-19, demam berdarah dengue (DBD) tetap menjadi ancaman. Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul meminta masyarakat mewaspadai DBD, terutama saat memasuki musim penghujan seperti saat ini.
Dinas Kesehatan mengklaim kasus demam berdarah di Gunungkidul menurun drastis dibandingkan kasus di 2020. Meski demikian, masyarakat diminta tetap mewasapadai ancaman DBD karena di musim hujan ada potensi kenaikan kasus.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul mengantisipasi kemungkinan melonjaknya kasus demam berdarah dengue (DBD) di wilayahnya.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul memastikan jika angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayahnya pada 2021 menurun. Kendati demikian, Dinkes tetap meminta warga untuk terus waspada dan memasimalkan pemberatasan sarang nyamuk serta berbagai upaya mencegah terjadinya DBD.
Kasus Demam Berdarah Dengue alias DBD perlu menjadi perhatian warga di Kulonprogo. Dinas Kesehatan Kabupaten Kulonprogo mencatat kasus DBD hingga Juni 2021 sebanyak 122 kasus dengan tiga kasus kematian. Warga diharapkan selalu melakukan upaya pemberantasan sarang nyamuk.
Hasil dari randomised controlled trial World Mosquito Program (WMP) yang dipublikasikan pada jurnal kesehatan dunia yang sangat bereputasi, the New England Journal of Medicine (NEJM), menunjukkan pengurangan kasus dengue sebesar 77% di wilayah penyebaran nyamuk di Kota Jogja. Pasien dengue yang dirawat di rumah sakit juga berkurang hingga 86%. Wolbachia mempunyai efikasi yang setara terhadap empat varian virus dengue yang ada.