Baru Sebulan, Pemerintah Sudah Tarik Utang Rp165 Triliun Gegara Covid-19
Pandemi Covid-19 memaksa pemerintah terus menambah beban utang hingga berkali lipat.
Pandemi Covid-19 memaksa pemerintah terus menambah beban utang hingga berkali lipat.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kembali menegaskan peningkatan utang pemerintah pada 2020 tidak terlepas dari pandemi Covid-19 yang menyebabkan perekonomian Indonesia tertekan dalam.
Posisi utang pemerintah per akhir November 2020 berada di angka Rp5.910,64 triliun dengan rasio utang pemerintah terhadap PDB sebesar 38,13%.
Menteri Keuangan Australia Josh Frydenberg menyebut pemulihan Indonesia dari pandemi Covid-19 sangat penting bagi stabilitas dan keamanan kawasan sehingga Negeri Kanguru memberikan pinjaman 1,5 dolar Australia atau setara Rp15,3 triliun kepada Indonesia
Pinjaman bilateral dari Australia tersebut, menurut Sri Mulyani, benar-benar memberi ruang untuk bermanuver serta mendiversifikasi risiko fiskal.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memiliki alasan tegas dan jelas terkait dengan utang yang harus ditarik pemerintah di masa pandemi ini, berikut penuturannya.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan mayoritas utang Indonesia bukanlah berasal dari luar negeri.
Bank Dunia merilis laporan terbaru tentang statistik utang internasional 2021 yang berisi deretan negara low-middle income dengan jumlah utang luar negeri terbesar di dunia.
Indonesia masuk ke dalam 10 negara dengan pendapat kecil-menengah yang memiliki utang terbanyak berdasarkan data International Debt Statistics (IDS) 2021 yang baru saja dikeluarkan oleh Bank Dunia.
Ekonom senior INDEF Didik J Rachbini meminta pemerintahan berikutnya mempersiapkan diri membayar utang periode kepemimpinan Presiden Joko Widodo.