Utang Luar Negeri Pemerintah Kini Capai Rp2.924 Triliun
Posisi utang tersebut tumbuh sebesar 3,7 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Agustus 2021.
Posisi utang tersebut tumbuh sebesar 3,7 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Agustus 2021.
Pada 2014 proporsi belanja bunga utang mencapai 11 persen terhadap total belanja pemerintah pusat, namun pada akhir 2020 meningkat berada pada kisaran 19 persen
Rasio utang pemerintah memang masih di bawah garis yang ditetapkan undang-undang. Namun melemahnya kinerja pendapatan negara membuat posisi utang pemerintah dalam posisi bahaya.
Upaya menstabilkan perekonomian di tengah pandemi Covid-19 terus dilakukan Pemerintah Indonesia. Kekinian terungkap RI memutuskan untuk menarik Special Drawing Rights [SDR] sebesar 4,46 miliar SDR atau setara dengan US$6,31 miliar dari Dana Moneter Internasional (IMF).
Dalam 1,5 tahun sejak pandemi stok utang bulanan pemerintah rata-rata bertambah Rp 102,2 triliun rupiah. Angka tersebut melonjak tiga kali lipat dari stok utang periode Oktober 2014 hingga Desember 2019 yang berada pada kisaran Rp 35,2 triliun rupiah.
Utang pemerintah meningkat dikarenakan kondisi ekonomi Indonesia yang masih berada dalam fase pemulihan.
Menurut ekonom senior Didik J. Rachbini, kebijakan politik ekonomi anggaran usulan presiden dan keputusan di DPR itulah yang menjadi penyebab utang sangat besar sekarang dan defisit menjadi sangat lebar
Anggota DPR RI Komisi Keuangan dari PDIP Eriko Sotarduga mempertanyakan standar BPK terkait kekhawatiran utang pemerintah Indonesia di rezim Presiden Joko Widodo.
Rencana induk pertahana itu masih dibahas bersama antara Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), dan para pemangku kepentingan lainnya.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut APBNterus dipacu untuk bekerja keras menekan dampak dari Covid-19. Akibatnya, Kementerian Keuangan mencatat utang neto Indonesia bertambah lebih dari Rp1.000 triliun.