Utang Pemerintah per November Hampir Rp6.000 Triliun
Posisi utang pemerintah per akhir November 2020 berada di angka Rp5.910,64 triliun dengan rasio utang pemerintah terhadap PDB sebesar 38,13%.
Posisi utang pemerintah per akhir November 2020 berada di angka Rp5.910,64 triliun dengan rasio utang pemerintah terhadap PDB sebesar 38,13%.
Menteri Keuangan Australia Josh Frydenberg menyebut pemulihan Indonesia dari pandemi Covid-19 sangat penting bagi stabilitas dan keamanan kawasan sehingga Negeri Kanguru memberikan pinjaman 1,5 dolar Australia atau setara Rp15,3 triliun kepada Indonesia
Pinjaman bilateral dari Australia tersebut, menurut Sri Mulyani, benar-benar memberi ruang untuk bermanuver serta mendiversifikasi risiko fiskal.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memiliki alasan tegas dan jelas terkait dengan utang yang harus ditarik pemerintah di masa pandemi ini, berikut penuturannya.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan mayoritas utang Indonesia bukanlah berasal dari luar negeri.
Bank Dunia merilis laporan terbaru tentang statistik utang internasional 2021 yang berisi deretan negara low-middle income dengan jumlah utang luar negeri terbesar di dunia.
Indonesia masuk ke dalam 10 negara dengan pendapat kecil-menengah yang memiliki utang terbanyak berdasarkan data International Debt Statistics (IDS) 2021 yang baru saja dikeluarkan oleh Bank Dunia.
Ekonom senior INDEF Didik J Rachbini meminta pemerintahan berikutnya mempersiapkan diri membayar utang periode kepemimpinan Presiden Joko Widodo.
Di tengah bayang-bayang resesi akibat pandemi Covid-19, Kementerian Keuangan Melaporkan rasio utang Indonesia per akhir Agustus 2020 mengalami kenaikan sekitar Rp251 triliun dibandingkan semester I/2020.Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan bahwa hingga pertengahan tahun utang nasional mencapai Rp5.264 triliun.
Mantan staf khusus menteri ESDM Muhammad Said Didu kembali menuai sorotan setelah menyinggung soal mafia utang di Twitter, Rabu (3/9/2020).