Warga Sleman Diminta Waspadai Leptospirosis, Kasus Terbanyak Moyudan
Kasus leptospirosis menjadi salah satu penyakit yang paling diwaspadai di 2023. Meningkat sejak Desember 2022, kasus leptospirosis telah menyebabkan kematian
Kasus leptospirosis menjadi salah satu penyakit yang paling diwaspadai di 2023. Meningkat sejak Desember 2022, kasus leptospirosis telah menyebabkan kematian
Dinas Kesehatan Gunungkidul mengklaim kasus leptospirosis mulai menurun. Meski demikian, warga masyarakat diimbau tetap mewaspadai potensi penyakit ini.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul mencatat selama tiga bulan atau periode Januari-Maret 2023 terdapat 90 kasus leptospirosis di Bumi Projotamansari.
Kasus penyebaran leptospirosis di Gunungkidul mengalami lonjakan yang signifikan. Meski demikian, Dinas Kesehatan memastikan alat rapid tes leptospirosis aman.
Kasus leptospirosis di Gunungkidul melonjak signifikan di triwulan pertama 2023. Total sudah ada 29 kasus dengan korban meninggal dunia dua orang.
Dinas Kesehatan Bantul mencatat total kasus penakit leptospirosis sudah mencapai 37 kasus. Dari jumlah tersebut sebanyak enam orang meninggal dunia
Kasus leptosirosis kembali terdeteksi di wilayah Gunungkidul. Total hingga Selasa (7/2/2023) ada empat warga yang dinyatakan terjangkit leptospirosis.
Dinas Kesehatan Bantul mengimbau masyarakat untuk mewaspadai penyakit leptospirosis yang terjadi pada musim penghujan saat ini.
Dinas Kesehatan Gunungkidul mencatat sepanjang 2022 ada empat orang meninggal dunia karena terjangkit leptospirosis. Warga pun diminta mewaspadai penyakit ini.
Harianjogja.com, JOGJA—Sebanyak 10 orang meninggal dunia akibat leptosfirosis di wilayah DIY sejak Januari hingga November 2022.