Lima Bulan Terakhir, Dinkes Catat Ada 50 Kasus Leptospirosis di Kulonprogo
Dinkes Kulonprogo mencatat terdapat terdapat kenaikan tajam kasus leptospirosis selama lima bulan terakhir yang mencapai total 50 kasus dengan delapan kematian.
Dinkes Kulonprogo mencatat terdapat terdapat kenaikan tajam kasus leptospirosis selama lima bulan terakhir yang mencapai total 50 kasus dengan delapan kematian.
Dinas Kesehatan Gunungkidul mencatat di caturwulan satu di 2023 sudah ada temuan leptospirosis 54 kasus. Jumlah ini telah melampaui kasus yang terjadi di 2022
Kasus leptospirosis menjadi salah satu penyakit yang paling diwaspadai di 2023. Meningkat sejak Desember 2022, kasus leptospirosis telah menyebabkan kematian
Dinas Kesehatan Gunungkidul mengklaim kasus leptospirosis mulai menurun. Meski demikian, warga masyarakat diimbau tetap mewaspadai potensi penyakit ini.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul mencatat selama tiga bulan atau periode Januari-Maret 2023 terdapat 90 kasus leptospirosis di Bumi Projotamansari.
Kasus penyebaran leptospirosis di Gunungkidul mengalami lonjakan yang signifikan. Meski demikian, Dinas Kesehatan memastikan alat rapid tes leptospirosis aman.
Kasus leptospirosis di Gunungkidul melonjak signifikan di triwulan pertama 2023. Total sudah ada 29 kasus dengan korban meninggal dunia dua orang.
Dinas Kesehatan Bantul mencatat total kasus penakit leptospirosis sudah mencapai 37 kasus. Dari jumlah tersebut sebanyak enam orang meninggal dunia
Kasus leptosirosis kembali terdeteksi di wilayah Gunungkidul. Total hingga Selasa (7/2/2023) ada empat warga yang dinyatakan terjangkit leptospirosis.
Dinas Kesehatan Bantul mengimbau masyarakat untuk mewaspadai penyakit leptospirosis yang terjadi pada musim penghujan saat ini.