Awas! Musim Hujan, Potensi Menyebarnya Leptospirosis di Gunungkidul Kian Besar
Kasus leptospirosis di Gunungkidul dalam tren peningkatan. Hingga akhir Oktober 2022 tercatat sudah ada 28 kasus, empat warga di antaranya dinyatakan meninggal
Kasus leptospirosis di Gunungkidul dalam tren peningkatan. Hingga akhir Oktober 2022 tercatat sudah ada 28 kasus, empat warga di antaranya dinyatakan meninggal
Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Bantul, Abednego Dani Nugroho menyatakan alat pendeteksi penyakit leptospirosis atau Rapid Diagnostic Test (RDT) Leptospirosis sudah tersedia di semua puskesmas di Bantul
Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman mencatat sampai pekan ke-24 tahun ini jumlah kasus leptospirosis di wilayah ini mencapai 19 kasus. Dari 19 kasus ini, tidak ada korban meninggal.
Penyakit leptospirosis telah merenggut dua nyawa di Kota Jogja sepanjang tahun ini. Dinas Kesehatan (Dinkes) Jogja menyebut sejauh ini total kasus leptospirosis ada lima. Pola hidup sehat dan bersih jadi kunci pencegahan penyakit yang menyebabkan gagal ginjal ini.
Dinas Kesehatan mencatat satu orang diketahui meninggal dunia karena positif terkena penyakit leptospirosis. Sementara puluhan lainnya menjalani perawatan di rumah sakit akibat penyakit yang disebabkan air kencing tikus tersebut.
Dinas Kesehatan Gunungkidul berkomitmen untuk menanggulangi penyebaran leptospirosis. Salah satunya akan memaksimalkan Satuan Tugas (Satgas) One Health yang bertugas menangani masalah penyakit zoonosis.
Kasus leptospirosis di Gunungkidul dalam tren peningkatan. Hingga pertengahan Juni sudah ada 22 kasus, empat warga di antaranya dinyatakan meninggal dunia.
Dinas Kesehatan Gunungkidul mencatat hingga awal November 2021 ada delapan kasus leptospirosis. Tiga pasien meninggal dunia.
Kasus penyebaran leptospirosis di Gunungkidul cenderung menurun dalam kurun beberapa tahun terakhir. Meski demikian, ancaman penyebaran tetap harus diwaspadai khususnya saat memasuki musim hujan.
Selama musim hujan tahun ini, warga dinilai abai meningkatkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Kondisi tersebut berdampak pada maraknya penyakit yang menyerang warga. Seperti demam berdarah dengue (DBD), leptospirosis, diare dan infeksi saluran pernafasan.